Puisi SENJA
SENJA Oleh Indah Mawaddah Rahmasita Menguning langit di senja hari, Tersamar mega yang memenuhi, Wahai gadis nan bahari, Ajari aku menari, Spontan tapi naluri, Kau
SENJA Oleh Indah Mawaddah Rahmasita Menguning langit di senja hari, Tersamar mega yang memenuhi, Wahai gadis nan bahari, Ajari aku menari, Spontan tapi naluri, Kau
Source image: detik.com Oleh: Nurul Karomatus Sa’adah Torehan luka bersemayam membius hari-hari ku Derai nanah meleleh dari pancaran lusuh ku Darah beku tak lagi mengiringi
Source image: detik.com Oleh: Nurul Karomatus Sa’adah Torehan luka bersemayam membius hari-hari ku Derai nanah meleleh dari pancaran lusuh ku Darah beku tak lagi mengiringi
Source image: detik.com Oleh: Nurul Karomatus Sa’adah Torehan luka bersemayam membius hari-hari ku Derai nanah meleleh dari pancaran lusuh ku Darah beku tak lagi mengiringi
Oleh: Hidayatun Nafiah Ku temukankontradiksi pada dunia Awalnya aku ingin menikah muda Hidup bahagia seadanya bersama Anak dan rumah tangga Namun, ketika aku menghadap
Oleh: Hidayatun Nafiah Ku temukankontradiksi pada dunia Awalnya aku ingin menikah muda Hidup bahagia seadanya bersama Anak dan rumah tangga Namun, ketika aku menghadap
Oleh: Hidayatun Nafiah Ku temukan kontradiksi pada dunia Awalnya aku ingin menikah muda Hidup bahagia seadanya bersama Anak dan rumah tangga Namun, ketika aku
Sumber: www.4.bp.blogspot.com Oleh: Meisya Eva Natasya Terkadang aku harus memilih Untuk tidur bertahun-tahun lamanya Dari pada menyaksikan bumi Yang teramat berat bebannya Tapi aku
Sumber: Wikimedia Oleh: Meisya Eva Natasya Dari banyaknya jenis flora Malangnya aku lahir sebagai putri malu Tidak mempesona seperti mawar Tidak semanis kembang sepatu
Dokumen Pribadi Oleh: Meisya Eva Natasya Pada-Nya, yang Maha Merajai Langit dan Bumi Ku haturkan rasa syukur yang tak pernah usai Atas nikmat dan