PUISI

 Sebelum Titik Akhir

Oleh: Ahmad Mumtaaz   Malam bukan lagi tempat tidur tapi ruang sunyi penuh ketikan kopi menjadi doa yang pahit namun hangat menyalakan harapan Setiap halaman

Read More »

Binar dalam Suram

Oleh: Nabila Ika Hikmatul Farochah   malam apa kau tak rindu akan terang sinar mentari yang benderang awan putih yang mengembang malam desir bayu mu

Read More »

Ruang Dalam Diri

Oleh: Mahrotul Fithonah   Di dalam kepalaku ada ruang yang tak pernah sunyi tempat kenangan duduk menunggu untuk diakui   Aku menutup mata tapi suara

Read More »

Sepi di Pelabuhan Terakhir

  Oleh: Mahrotul Fithonah   Kak,, kau pergi menjemput bahagia Meninggalkan aku di pelabuhan sepi Anak bungsu yang dulu selalu bersandar Kini belajar berdiri dalam

Read More »

Dalam Nafas Kenangan

Oleh: Mahrotul Fithonah   Kala senja menjemput hari yang ragu Kenangan lama datang perlahan merayu Menyusup lembut di relung kalbu Membawa hangat saat hati pilu.

Read More »

Manusia

Oleh: Naila Humairo Azmi Adzkia   Setiap kita adalah manusia Wajar bila langkah seringkali tak terarah Wajar bila kata seringkali tak tertata Wajar bila mimpi

Read More »

Monolog dalam Derai Hujan

  Oleh  Rizkha Nafanda Wulandari   Hujan bagiku ialah jeda Yang seakan turunnya Cukup dirayakan dari balik jendela Bersama harap segera reda   Tak kuizinkan

Read More »

Peace

  Oleh: Nabila Ika Hikmatul Farochah   pernahkah kamu merasa rindu pada masa masa lewat yang telah sirna masa yang takkan lagi bergema masa yang

Read More »
Santri, Lentera Zaman

Santri, Lentera Zaman

  Oleh: Ahmad Mumtaaz Di balik dinding pesantren yang sederhana terdengar lantunan ayat menembus fajar Suara lirih itu bukan sekadar bacaan tapi doa panjang tentang

Read More »

Menepi dari Doamu

Oleh Muflikhah Ulya Jika niatku kau tafsirkan prasangka, dan baktiku kau cap dusta, maka biarlah hatimu menjadi mahkamah cinta. Sebab bahkan helaan nafasku   pun

Read More »