
Dalam Nama yang Kuserahkan
Oleh : Ilman Mahbubillah Pada sekian waktu di mana kucoba berhenti menggerutu; memohon agar semua tak kembali seperti semula, merela pada apa yang disebut kecewa.

Oleh : Ilman Mahbubillah Pada sekian waktu di mana kucoba berhenti menggerutu; memohon agar semua tak kembali seperti semula, merela pada apa yang disebut kecewa.

Oleh : Ilman Mahbubillah Setelah sekian kebahagiaan kita arungi bersama, kukira episode selanjutnya adalah menapaki jalan yang sama menuju selamanya. Kita pernah tertawa karena candaan

Oleh : Ilman Mahbubillah Aku ingin menjadi kutipan favorit dalam buku yang kau baca; bagian penting yang tak ingin kau lupa, juga membuatmu bahagia kala

Nabila Ika Hikmatul Farochah hai gresik tanpa mengenal pasti namamu hatiku pun tau itu kamu dari lubang di setiap jalur mu dari fuso mu

Oleh Zid-li Auliyana Luthfillah Dahulu Kau mengemis pertemanan Kami turuti permintaan Aku sudah berteman lama dengannya Dengan mudah kau rebut rekan Aku mengenalnya
Oleh: Ade Ryan Firdaus Dinding kapur mengelupas, saksi bisu waktu yang sunyi, Di antara hening subuh, takbir memecah dini. Dari balik bilik sempit, selimut ditarik

Oleh Zid-li Auliyana Luthfillah Ya Allah… apa salah hamba Diam bukan berarti lemah Mengalah bukan berarti pasrah Tidak ada menang kalah Sebenarnya aku

Oleh: Ivani Rara Nirwasita Hasan Di hari yang tenang ini, Sebuah lagu berbisik di antara angin dan langit Dunia melambat sejenak, Seolah ingin mendengarkan, hanya

Oleh: Zahriyatun Nafiah Kau datang membawa berjuta juta janji kata-kata manis berbaris rapi seolah dunia bisa kau genggam seolah bahagia bisa kau ukir tanpa luka.

Oleh: Dimas Indra Pratama Di sini aku berdiri Di tengah badai yang pernah melanda Pancasila—lima sila suci Tetap tegak walau diuji duka. Mereka