
Sahabat Layar
Sahabat Layar Oleh Muh. Sabilar Rusydi Fajar perlahan menghapus gelapnya malam hari Ditemani ayam berkokok memecah sunyi Matahari tersenyum menyapa pagi Ku dan mu

Sahabat Layar Oleh Muh. Sabilar Rusydi Fajar perlahan menghapus gelapnya malam hari Ditemani ayam berkokok memecah sunyi Matahari tersenyum menyapa pagi Ku dan mu
Biarlah Oleh Rizkha Nafanda Wulandari Candikala perlahan meluruh, Kelam pun merengkuh. Menyapa penat yang lelah berjalan, Menyulut riuh yang enggan dipadamkan. Dibalik selubung

Oleh: Aas Siti Aisah aku pagi, serpihan cahaya yang menyelinap dari ufuk, belum sepenuhnya terang, tapi cukup untuk berbisik: aku datang. kadang aku bertanya pada

Oleh Madinatus Zahro’ Di antara langkah yang terus berjalan, Ada waktu untuk berhenti sejenak, Bukan karena ingin meninggalkan tujuan, Hanya memberi diri ruang untuk

Bisikan Senja Oleh Syabrina Wahyuni Mentari perlahan menuju peraduan, Mewarnai langit dengan keindahan. Angin berembus membawa ketenangan, Menyapa bumi dengan kelembutan. Burung-burung pulang ke sarang,

Mimpi yang Tak Padam Oleh Syabrina Wahyuni Aku memiliki sejuta harapan, Yang tersimpan dalam angan-angan. Meski jalan penuh tantangan, Aku akan terus melangkah ke depan.
SEBELUM AKU MEMINTA MAAF Oleh Salma Salsabila Ibu, aku pernah menjadi anak yang terlalu sering lupa, bahwa sabarmu punya batas namun tak pernah kau tunjukkan.
ABU DAN KUASA-MU Oleh Aliviatul ‘Azizah Di tengah laut Selat Sunda, Anak Krakatau kembali menyapa, bukan dengan suara yang biasa, melainkan abu yang naik ke

Di sudut kamar, waktu seolah berhenti,
Hanya ada aku, bayangan, dan ruang yang sepi.
Batrai handphone yang semakin berkurang,
Berharap ada suara yang memanggil dengan lantang.

Oleh Muh. Sabilar Rusydi Di bawah cakrawala yang tak kunjung menyala Kopi ini menyeduh rindu dalam hangatnya Menyeruput duri-duri dingin yang menusuk pori Teraduk