SELAKSA SEDU
Oleh : Neng Sumiyati Februari ini benar bersejarah dalam hati Berdiam diri di balik jeruji naluri Pasrah diri senang tak berkemudi Bukan hanya dia tapi
Oleh : Neng Sumiyati Februari ini benar bersejarah dalam hati Berdiam diri di balik jeruji naluri Pasrah diri senang tak berkemudi Bukan hanya dia tapi
https://www.instagram.com/p/B7l8DaIB5BP/?igshid=ssqdgrictyhy Oleh: Izzat Imaniya Rotasi bumi seolah-olah berhenti pada porosnya Tetesan air mata cukup mengungkapkan apa yang dirasa Senyum yang diharap tak terlukis lagi di
Oleh: Daiyatul Choirot Aku terdiam di antara pinta dan penat Lagi-lagi ku memutar memori Memori yang sampai ku bintangi tujuh Adakah jalan pintas untukku…? Menarik
https://images.app.goo.gl/ZWv5j3wuATxQZNSC8 Oleh : Fitriatul Wilianti Aku bosan dengan hidup Bosan dengan isi kehidupan Bosan dengan kesabaran Juga bosan dengan rasa sakit Aku juga
doc pribadi Oleh : Hany Zahrah Masa suram yang tak pernah terbayangkan dalam benak Pikirku tak mungkin terjadi dan tak akan pernah hadir walau
doc pribadi Oleh: Savinatul Jannah Aku termenung, duduk diatas teras Menghadap pemandangan Di antara lelah dan harap.. Mengingat semua kegiatan Ku tarik nafas
https://1.bp.blogspot.com/-E4uywfPQuVE/YC7kYoVSb-I/AAAAAAAAJCw/FrGTyCu3Tzcci4vlICs-dpZPxM-G6xFJQCLcBGAsYHQ/s225/Berlawanan%2BArah.png Oleh: Syahrul Alfitrah Miolo Ketika berjauhan saling merindu Ketika dekat tak saling jumpa Waktu begitu saja berlalu Tanpa komunikasi di antara kita Pernah terbesit
https://1.bp.blogspot.com/-vUhjp454B28/YC7jX9LRYdI/AAAAAAAAJCo/uBsEQfTWBv0DM3gkXwT8ul7V9w4aiitOQCLcBGAsYHQ/s1600/plafon-gypsum-untuk-rumah-modern%2B%25281%2529.jpg Oleh : Inayatul Maghfiroh Pepohonan nan rindang Jalanan yang ramai Langit yang penuh bintang Juga hati yang penuh bimbang Setiap malam tiba Atap
Oleh: Mutiara Riqy Amalia Berlarian menerjang di bawah curah hujan Menetes terhalang dan terhapus air dari langit Menguras emosi atas deduri tersebar di jalanan
Oleh: Siti Fathimatuz Zahro’ Terima kasih sudah bertahan atas nama jarak, membimbing waktu, dan menunda jumpa Mengakui kekalahan atas kuasa Tuhan dan berhenti menyombongkan