![]() |
| https://cdn.idntimes.com/content-images/community/2020/01/photo-1522098605161-cc0c1434c31a-426022503cf41086cf2c7abecb33ddce.jpeg |
Oleh Fitriatul Wilianti
Kenapa ketika di umur yang semakin dewasa, kita harus memperhatikan
circle pertemanan? Karena
apa yang kamu dapatkan dari circle itu dapat mempengaruhi mu untuk
banyak hari kedepan. Mempunyai circle pertemanan kecil yang berkualitas
akan lebih baik dari circle pertemanan luas tapi tidak sefrekuensi dan menyesatkan.
Tentu saja mempunyai banyak teman adalah
sesuatu yang keren. Kita bisa mengenal lebih banyak orang dan tau tentang mereka
serta segala sesuatu sekitarnya. Kita juga bisa mempunyai banyak koneksi untuk
segala hal. Tetapi sebaliknya juga, lingkaran pertemanan kita yang hanya satu
dua orang dan membawa ke sesuatu yang berguna akan lebih menggiurkan dari pada
banyak teman yang tidak sesuai dengan kita dan bahkan merepotkan.
Apalagi jika ditelusuri kebanyakan circle
pertemanan yang bergerombol saat ini diantara mereka tidak ada yang benar-benar
bisa memahami satu sama lain dari keseluruhan circle itu. Mereka hanya akan
memahami dan paling dekat dengan satu dua orang yang ada disamping mereka. Dan
sisa dari itu sama saja, siapa yang berada disampingmu, itu yang bisa kamu
pahami. Oleh karena itu circle pertemanan yang luas itu tidak ada manfaatnya, hanya
sebagai segerombolan dan nama perkumpulan untuk sesuatu yang tidak ada capaian
dan hanya berhenti di hal itu-itu saja. Jadi kebanyakan pembahasan dalam circle
itu hanya meliputi orang didalamnya dan sampai disitu saja. Dan yang lebih
menyakitkan dan menjadi sesuatu yang wajar adalah ketika ada satu orang yang
tidak hadir dalam circle itu maka dialah orang yang akan dibicarakan,
yang tentu saja membicarakan keburukannya. Dan itu juga berlaku untuk kamu yang
jika suatu saat juga tidak hadir dalam perkumpulan itu, maka topik pembahasan selanjutnya
adalah kamu.
Hal itu merupakan yang paling
mungkin untuk dibahas, karena memang tujuan dari berkumpul adalah untuk hal-hal
itu. Berbeda dengan apabila circlemu hanya satu dua orang. Kalian akan membahas
sesuatu lebih dari itu karena pembahasan tentang diri kalian sendiri telah
selesai karena memang didalamnya hanya kalian itu saja. Jadi pembahasan
selanjutnya adalah sesuatu yang lebih besar dan tentu saja berguna walaupun ada
yang tidak, tetapi kita masih bisa mem–filter beberapa
pembahasan karena dalam circle yang kecil kita sudah saling memahami
satu sama lain dan tau batasan tentang diri kita masing-masing.
Jika ditelusuri, sebelumnya kita
semua pasti pernah mengalami bagaimana perubahan circle pertemanan sejak
kita kecil sampai sekarang. Misalnya ketika di Taman kanak-kanak sampai SD kita
bisa berteman dan bermain dengan keseluruhan teman seisi kelas itu, kemudian ketika
menginjak masa SMP dan SMA kita mempunyai fokus atau beberapa geng persahabatan
sendiri yang terdiri dari 5, 6 atau sekitar 7 orang. Hingga semakin dewasa kita
atau misal ketika menjadi mahasiswa dan setelahnya, kita hanya mempunyai satu
dua orang teman yang benar-benar memahami kita.
Bahkan boleh jadi ketika kita
semakin dewasa, kita tidak pernah menemukan satu teman yang benar-benar bisa
mengerti segala sesuatu tentang kita. Teman yang bisa kita bagikan rasa suka
duka dan beratnya kehidupan, kecuali dia yang memang sejak kecil bertahan di
sebelah kita atau hanyalah mereka tempat kita kembali yaitu keluarga.
Oleh karena itu,
untuk sekarang jika kamu merasa tidak ada satu orang yang bisa kamu percaya
sebagai tempat berbagi beban kehidupan, itu merupakan hal wajar, karena tidak
hanya kamu yang merasakan itu. Semua orang akan mengalaminya. Karena akan ada
satu masa di mana kamu yang
mempunyai puluhan bahkan ribuan teman, satu persatu akan menghilang dan kembali
ke kehidupan dan kesibukan masing-masing dan kamu hanya butuh atap rumah
keluarga untuk kembali dan berbagi cerita karena hanya mereka yang mengerti
kamu.
Malang, 7 September 2021.
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
