Oleh: Muhammad Thoriq Abdul Jabbar
Di sudut kamar, waktu seolah berhenti,
Hanya ada aku, bayangan, dan ruang yang sepi.
Batrai handphone yang semakin berkurang,
Berharap ada suara yang memanggil dengan lantang.
baju-baju bertumpuk, ibarat kenangan yang terjeda,
Angin tipis berhembus diantara tangan yang terbuka.
Tak ada riuh kehidupan, tak ada sinar menyala,
hanya ada harapan yang ingin cepat ada.
Di sudut ini, aku bangkit dengan hampa,
Tanpa bayangan, tanpa wajah yang beda.
Tempat yang sunyi untuk mengadu,
Menatap pohon baru bertunas madu.
Author
Post Views: 29