Oleh:
Ahmad Zahrowii Danyal Abu Barzah
Ahmad Zahrowii Danyal Abu Barzah
Tepat
kian hari lalu
kian hari lalu
Kabar
itu muncul
itu muncul
Menyeruak
di antara sejuta kisah hidup
di antara sejuta kisah hidup
Jiwa
pun kalap mempikirkan sembilu
pun kalap mempikirkan sembilu
Nahas
wabah dua ribu dua puluh
wabah dua ribu dua puluh
Melalang
ruh kian memburu
ruh kian memburu
Air
mata menggunung tujuh
mata menggunung tujuh
Sendu
mencandu dalam kalbu
mencandu dalam kalbu
Menetap
bak tak sehat
bak tak sehat
Bergerak
disangka terhujam
disangka terhujam
Diri
tak bisa bebas melangkah
tak bisa bebas melangkah
Angin
juga dapat tak bersahabat
juga dapat tak bersahabat
Dunia
seakan telah mencapai batasnya
seakan telah mencapai batasnya
Buana
seperti terjerembab dalam luka
seperti terjerembab dalam luka
Manusia
di ambang nestapa
di ambang nestapa
Hingga
menciut tak lagi berbungah
menciut tak lagi berbungah
Namun…
Dibalik
kenyataan yang terdakwa
kenyataan yang terdakwa
Terungkap
banyak makna
banyak makna
Tentang
perihal tak terduga
perihal tak terduga
Tentang
soal berbangga
soal berbangga
Tuhan
pun berkata
pun berkata
“Apa
kau telah lupa Aku adalah Sang Kuasa”
kau telah lupa Aku adalah Sang Kuasa”
“Kau
ada karena Aku cipta”
ada karena Aku cipta”
“Sepantaskah
kau jawab dengan arogan”
kau jawab dengan arogan”
“Bahwa
kau memiliki segalanya?”
kau memiliki segalanya?”
Maka..
Kuasa
berkehendak
berkehendak
Bangga
telah terbungkam
telah terbungkam
Sejarah
pun mencatat
pun mencatat
Binasa
seakan berada di ujung mata
seakan berada di ujung mata
Wahai
Dunia….
Dunia….
Bangkitlah…
Kau
masih gagah
masih gagah
Kau
tempat yang kami pijak
tempat yang kami pijak
Elok
engkau kurindukan
engkau kurindukan
Nadi
engkau pun tegar
engkau pun tegar
Wahai
burung yang bebas…
burung yang bebas…
Bangkitlah…
Kau
adalah harapan
adalah harapan
Kau
adalah samudra
adalah samudra
Geloramu
semarakkan
semarakkan
Tuk menyongsong masa depan
Wahai
yang terjebak penjara…
yang terjebak penjara…
Bangkitlah…
Jangan
menyerah
menyerah
Kau
bisa bertahan dalam perjuangan
bisa bertahan dalam perjuangan
Kau
adalah lukisan angkasa
adalah lukisan angkasa
Seringaimu
meringkuhkan senja
meringkuhkan senja
Dalam
tangisan duka
tangisan duka
Dalam
tawa terbuka
tawa terbuka
Dalam
sayatan rasa
sayatan rasa
Bergeraklah
kalian agar masa berujung perkasa
kalian agar masa berujung perkasa
Tuk
menumbuhkan cinta dalam kekelaman
menumbuhkan cinta dalam kekelaman
Pondok Pesantren Darun Nun Malang






