Mengakui Keakuan Orang lain

Oleh Salma Salsabila

 

Ternyata,

hati bukan pintu yang dipaksa terbuka,

ia adalah jendela yang dijaga oleh cahaya,

dan cahaya itu menyala saat kita menyebut nama-nama yang dicintainya

 

Jika ia penulis,

maka bacalah huruf-huruf yang ia rangkai,

resapi sunyi yang ia titipkan dalam halaman,

lalu tanyakan bukan untuk menguji,

tapi untuk merasakan jejak kehidupannya di kata

 

Dan jika ia hanya manusia,yang mungkin kau cinta jua,

dengan keakuan yang sederhana,

maka akuilah itu,

bahwa ia punya dunia,

dan kau rela singgah sebagai tamu,

bukan penguasa

 

Mendekati hati, bukan tentang merobek dindingnya,

tetapi tentang mengetuk dengan lembut,

sambil membawa kunci yang ia tinggalkan:

pengakuan atas siapa dirinya

Author

satu Respon

  1. Dua hati yang berbeda,
    dengan kunci yang tak serupa,
    melembutkan keduanya bukan hal sederhana,
    meredam badai dengan sehelai doa,

    Apalagi untuk seorang manusia,
    yang berusaha memikul beban semesta,
    panggung itu bukan untuk dirinya,
    namun menyerah bukan lagi cara,

    dia lelah,
    tamu asing yang tidak diterima,
    diberanda rumah yang seharusnya ada,
    melihat cahaya berubah warna,
    membuat langkahnya gamang di batas senja,

    barangkali kini saatnya,
    menepi hilang dilahap asa,
    tenggelam bersama katak,
    bersembunyi dilubang sumur mimpinya,
    langit tak lagi ingin disapa,
    hanya pemerhati dari kedalaman nan jauh disana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp