Oleh
: Hany Zahrah
Masa
pandemic seperti ini mengubah semua sendi kehidupan, berbagai kegiatan
dialihkan menjadi online, hanya chattingan tanpa bertatap muka, atau bertatap
muka secara virtual tanpa adanya kehangatan yang menyapa. Terlintas dipikiranku
sebuah pertanyaan “apakah kita bisa mengenal seseorang tanpa adanya pertemuan?
Awalnya
gua mikir ya engga bisalah, gimana kita mau kenal kalo belum pernah ketemu?
Tapi, gua mikir lagi dari sisi Tuhan dan Nabi gitu, kita kan ngga pernah ketemu
tuh, tapi kan kita harus bisa kenal tentang hal itu. -kata Nisrina.
Bisa,
aku pernah kayak gini. Aku kenal seseorang cuma chattingan aja tapi sama sekali
belum pernah ketemu. -kata Ihkam
Opsi
pertama, jawabannya bisa, karena pertemuan itu tidak hanya bertemu secara tatap
muka (bertemu langsung), jadi mengenal juga bisa lewat cara lain, misal wa atau
sms, tanpa adanya pertemuan. Opsi kedua, jawabannya ya engga mungkin lah, itu namanya
sok kenal sok deket (sksd). -kata Andy
Engga
bisa, lebih enak ketemu dulu. kan enak kalau udah tau orangnya siapa, terus
type nya gimana, kita engga usah ambil pusing. Pikiran negative tuh engga ada,
soalnya kita udah tau siapa dan bagaimana orang itu. -kata Roro
Setelah
membaca jawaban dari teman-teman, apa yang terlintas di pikiran kita? Bisa?
atau tidak bisa? Gini sobat, mengenal itu bukan berarti harus bertemu. Jika
mengenal kita artikan harus bertemu, lantas bagaimana kita bisa mengenal
Baginda Nabi Muhammad SAW, sedangkan kita belum pernah bertemu dengan-Nya? Ada
cara agar kita bisa dikenal sebagai umat Nabi Muhammad SAW, yaitu dengan
bersholawat kepadaNya.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى
النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا
تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya
bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian
untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [Al-Ahzaab: 56]
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ عَشْرًا
“Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali,
niscaya Allah bersholawat kepadanya sepuluh kali” (HR. Muslim).
أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ
أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً
“Orang yang paling berhak mendapatkan syafa’atku di
hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku” (HR.
Tirmidzi).
Masya
Allah, begitu sayang nya Nabi kita kepada umatnya, hanya dengan bersholawat
maka Insya Allah kita akan mendapatkan syafa’at nya di hari kiamat kelak.
lantas bagaimana jika objeknya manusia biasa seperti kita, apakah bisa?
Gini
sobat, zaman sekarang adalah zaman yang canggih. Apapun bisa dilakukan dengan
gawai kita. Chattingan untuk menanyakan kabar, bertatap muka secara virtual,
bisa dengan mudah dilakukan. Tanpa harus bertemu terlebih dahulu, apalagi kan
sekarang pandemic dan semua kegiatan dibatasi.
Jadi,
mengenal tanpa pertemuan, apakah bisa? Jawabannya adalah bisa.






