Pandanglah Realitas

Sumber :pegiatliterasi.com

Oleh: Bagus
Isnu H

            Menjalani roda
hidup yang bermacam liku, membuat kita selalu beradaptasi dengan lingkungan,
dengan dunia dan beradaptasi antar sesama. Seperti kini yang kita jalani.
Tetapi bukanlah perkara yang mudah untuk melakukan perihal tersebut, semua ada
proses. Sering kita dapatkan sebuah asumsi dari berbagai persepsi menjelaskan
pentingnya untuk meleburkan diri ke sebuah zona baru, tak lain juga dijelaskan
mengenai semacam cara untuk memposisikan diri dalam menghadapi realita. dan itu
semacam tawaran jalan saja, menggunakan atau tidaknya itu hak pribadi.

            Setiap dalam
menjalani perubahan yang ada, terkadang kita lupa dengan konsep dasar dari
hidup yaitu nilai-nilai kehidupan yang ada pada kepribadian seseorang. Jujur
dalam bertutur, sopan dalam bertindak dan murah bersosial dan masih banyak
lagi. Semua merupakan cerminan bagi pribadi seorang yang membuahkan penilaian
dari perbagai pandangan. Jika menghasilkan nilai yang baik dapat dikatakan
berarti sudah menjalankan poin tersebut dan jika menghasilkan nilai yang buruk
maka berarti masih belum bisa mengemban dengan baik. Dan yang lebih ditekankan
lagi, kita harus tahu-menahu bahwa hidup tidak ada yang sempurna dan hidup
tidaklah butuh penilaian yang terpenting selalu berusaha.

            Penilaian memang
tidak menjadi “utama” jika hanya bersifat menjatuhkan dan bahkan
sebaliknya penilaian menjadi kebutuhan untuk selalu meningkatkan kualitas
pribadi. Sering terjadi dalam menilai sesuatu kurangnya objektif hingga masih
dirasa janggal. Dan terburuknya menilai yang tanpa didasari data yang ada, sehingga
bicaranya tidak terarah dan menimbulkan fitnah. Maka sekiranya tidak
tahu-menahu terhadap sosok yang akan dinilai, lebih baik diam dan lebih ditata
lagi niat dari penilaian tersebut, apakah dapat membangun atau justru hanya
menjatuhkan.

            Berbuat objektif
tidak hanya untuk menilai akan tetapi berbicara pada sesama juga harus objektif
dan tidak boleh asal, apalagi akan dimintai sebuah pendapat, seorang tersebut
harus bersikap proporsional kepada objeknya. Terlebih dari itu semua kembali
kepada penerima pendapat, bagaimana cara pandang dia dalam mengambil sebuah
pernyataan atau argumentasi. Sebagai pembicara juga harus tetap dalam konsep
yang ada yaitu berkata sesuai realita, sesuai bunyi pepatah arab “qulil
haqqa walau kana murron”
. Bahwa setiap apapun kondisimu yang itu tidak
akan menyakiti saudaramu tetaplah bertutur baik dan jujur. Nilai
tersebut merupakan bagian dari kehidupan yang ringan dan simpel namun menjadi
berat atau beban dalam action dari seseorang.

            Berbicara menjadi
bagian penting sebab membawa dampak langsung bagi pendengar dan berpengaruh luar
biasa. Maka sesuai dengan konsep apapun kondisimu hendaklah berkata dengan
jujur dan juga baik,dengan begitu bagi setiap pembicara akan menjadikan dirinya
sebagai pahlawan dan orang lain tidak dianggap sebagai korban pembohongan.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp