
Oleh: Syabrina Wahyuni
Kebahagiaan yang amat sederhana Berkumpul dengan sahabat dan sanak saudara
Menyatukan canda dalam selaksa tawa Terikat keharmonisan tiada tara
Kala kesunyian menampar diri Aku tersentak Dalam pikirku menyadari Kini kebahagiaan itu
hanya sebatas ilusi Yang semula asli menjadi imajinasi Membekas rindu diruang hati
Aku tergamang dalam serpihan hari yang tak pasti Mengapa banyak orang mengurung diri?
Kesepian ini datang darimana? Semua perkara virus corona
Hadirnya tak pernah diduga Virus yang berasal dari China Menyebar cepat keseluruh buana
Hingga ke negara tercinta Indonesia
Dunia temaram karenanya Awalnya mengira ini tipuan belaka Sampai menafikan berita yang
ada Mulai gentar melihat korban jiwa tak terhingga
Tenaga medis siap berjuang di garda terdepan Bagi siapa pun yang membutuhkan
pertolongan Manusia tak berdaya hanya bisa menebar kepanikan Sembari berdo’a dengan
menjeremba harapan
Tahun corona penuh kekecewaan Krisis ekonomi semakin merisaukan Para penggiat ilmu
dan pejuang nafkah terpaksa dirumahkan Acara kebersamaan nyaris tergagalkan
Sampai bila kita seperti ini? Apakah kebahagiaan yang sederhana itu akan secepatnya
kembali?
Lambat laun jenuh mengharap kebebasan Namun, banyak tersirat pengajaran Melatih atma
agar kuat dan tabah menghadapi cobaan Kobarkan semangat menembus tantangan Disiplin
menjaga kesehatan dan kebersihan Senantiasa bersadrah kepada Tuhan Yang Maha
Melindungi lagi Maha Menyembuhkan Semoga virus corona segera hirap dari dunia dan
tanah Nusantara