RINDU YANG TAK TERUCAP
Oleh: Dimas Indra Pratama
Di antara keramaian, hatiku bergetar,
Rindu ini mengalir, tanpa suara yang terucap,
Kau pergi menjauh, dalam hening yang pudar,
Namun bayangmu abadi, dalam kenangan.
Setiap detik berlalu, waktu menguji rasa,
Kau adalah rahasia dalam denyut jantungku,
Di sudut malam, ketika bintang bersinar,
Ku ukir namamu, di langit yang kelabu.
Rindu ini, seperti embun pagi,
Menyentuh lembut, tanpa kata yang terucap,
Seperti angin berbisik, membawa namamu,
Menggugah jiwa, dalam sunyi yang mendalam.
Kau adalah nada dalam lagu kesunyian,
Setiap baitku terikat, pada kenangan kita,
Meskipun jarak memisah, hati ini takkan pergi,
Rindu yang tak terucap, abadi dalam jiwa.
Dalam senja yang merona, aku menantimu,
Di balik awan, terbenam harapan,
Semoga suatu saat, takdir mempertemukan,
Rindu ini terucap, dalam pelukan yang hangat.
Di setiap langkah, kuukir harapan,
Seperti cahaya rembulan yang takkan redup,
Walau waktu memisah, cinta ini akan tinggal,
Rindu yang tak terucap, dalam relung hati yang suci kuingat.