Sebermula dan Selanjutnya

Oleh : Ilman Mahbubillah

Garis-garis yang pernah kita lalui untuk akhirnya sampai pada titik ini, setelah tinggalkan kemarin dan menuju cerita bermula esok pagi. Melewati berbagai distopia yang disebut bumi; kelak membawamu pergi melintasi jalan yang enggan kau telusuri atau tetap pada ironi kisah-kasih yang masih perlu diperjuangi. Jika nanti sampai di ujung ketiadaan sunyi; maka tenggelam di rengkuh perpisahan adalah kepastian? Rugi!

Adalah aku; muara untuk duka yang kau lukiskan sendiri, juga figuran di pertunjukan kisah tak bernarasi. Aku ingin mencintai segala kekacauan hati, menikmati setiap aroma sepi, dan menyimpan selaksa perih pada rasa yang hendak kau obati. Sebagaimana kau ajari; menjalani cinta dengan penuh tanda tanya serta berdialog dengan sunyi seiring janji; kau akan kembali atau aku tak akan pergi.

Padahal di sendu matamu terdapat sesak yang disembunyikan, lalu jatuh tenggelam bersama luka yang tergenang kala mendung di matamu berubah hujan. Kau cipta setiap puing dari sisa tali yang terjalin, berharap sabarku tak terkoyak di setiap pergolakan dalam batin. Pada raung tangisku; ternyata melambatkan ruang dan waktu, berjam-jam ku terisak seolah putaran jarum dilewati tanpa jarak. Kau terdesak!

Sebermula adalah aku, selanjutnya adalah kau. Takdir seolah hadir setelah perbincangan tak kasat mata, ditangkap angin, lalu mengudara atau menjadi satu haru, kala sendu pada kelam ceritamu di masa lalu. Lantas, bagaimana mampu kutemukan guratan indahmu? Jika mendukungmu selalu batasi jarak dalam pandangku. Biar kini, kucoba menyuap Tuhanmu, dengan pukul dua dan tiga malamku. Semoga dapat membantu.

Aku adalah mulanya, dan kau adalah selanjutnya. Semoga lekas temui lupa; bahwa ingatan perihal terluka sebab jadi yang pertama lalu yang kedua hadir dan berhasil mengkudeta. Tidakkah kau tergugah untuk membangun istana? Meski tak langsung sebagai dada yang busung dan pereda bagi runtuhnya penyangga. Setidaknya mengembalikanmu pada takhta sebagai pemilik tunggal, dan menjadikanmu pendar yang tak pernah tanggal dan selalu tinggal.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp