Oleh: Muh. Sabilar Rusydi
Aku yang hidup sekali pada episode
Yang selalu menjadi misteri
Hidup yang sekali mendayung
Dua tiga pulau terlampaui
Sekali jatuh, dua tiga puluh meter jurang
Aku turuni
Apakah benar hidup hanya serba sekali?
Ketika naik sekali tidak pernah turun lagi
Ataukah ketika jatuh sekali tidak pernah
Naik ke permukaan kembali
Apakah benar kesempatan tidak datang dua kali
melainkan hanya sekali
Ketika salah adalah dosa
yang tak terampuni begitupula benar
adalah suci dari segala dosa seakan hidup abadi
Apakah juga benar cinta hanya datang sekali?
Jika benar, mengapa datang patah hati?
Mengapa luka perih menolak untuk diobati?
Atau apakah hanya aku yang mendapat jatah cinta sekali
dan kau minum pereda luka dari hati yang lain?
Pondok Pesantren Darun Nun
Author
Post Views: 49
