Dunia saat ini tengah diserang oleh salah satu virus yang sudah menyebar ke berbagai negara yakni virus Corona atau covid-19. Virus ini dengan cepet menjalar ke berbagai negara dengan begitu mudahnya. Cina yang merupakan negara pertama dengan banyaknya korban baik meninggal maupun korban yang positif terkena virus tersebut. Selain itu, negara lain juga menjadi dampak yang diakibatkan virus tersebut seperti Korea Selatan, Italia, Iran dan Jepang yang masuk ke dalam jajaran lima besar negara dengan jumlah pasien terbanyak positif virus corona.
Virus corona atau covid-19 bukan hanya menjadi masalah besar yang tengah dihadapi oleh dunia Internasional melainkan penyebaran yang begitu mudahnya, sehingga membuat orang banyak mengkhawatirkan akan hal tersebut, dengan menyetok belanja kebutuhan sehari-hari, berdiam diri dirumah ataupun cara lain yang dilakukan guna untuk mengantisipasi terhindar dari virus corona. Sangat disayangkan, ketika begitu banyak lapisan masyarakat yang begitu khawatir, hal ini dimanfaatkan oleh berbagai oknum untuk mencari keuntungan, seperti penimbunan masker, Handsintizer dengan harga yang melambung tinggi maupun hal lainnya. Hal tersebut menjadi permasalahan yang harus segera ditangani.
Tanpa terasa virus corona sudah menjalar ke berbagai negara dengan jangka waktu yang begitu singkat tanpa terkecuali Indonesia. Negara ini yang awalnya diragukan karena yang ketika banyak negara yang warganya positif terkena virus corona, Indonesia belum juga ada yang posititif, ada yang berfikiran kurangnya pelayanan kesehatan yang memadai untuk mendeteksi virus corona, adapula yang mengkaitkan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang sudah terbiasa dengan hidup tidak bersih atau yang lainnya. Mediapun tanpa henti memberitakan tentang hal itu baik cetak maupun tulis. Akan tetapi semua itu terbantahkan ketika dua warga negara indonesia di Depok positif terkena virus tersebut. Berita tersebut langsung menghebohkan lapisan masyarakat Indonesia. Semakin hari berlalu semakin bertambah pula pasien yang positif virus tersebut. Hingga hari ini, data terbaru pasien positif covid-19 yakni 172 kasus dan 5 meninggal dunia.
Berbagai tindakan dilakukan oleh pemerintah, kebijakan baru dibuat guna untuk menangani hal tersebut seperti bekerja lewat rumah, anak sekolah yang melakukan sekolah online dirumah masing-masing, perkulihan yang melalui online, pembatasan kendaraan umum di Jakarta, hingga istilah yang saat ini menjadi banyak diperbincangkan yakni lock down di daerah-daerah tertentu yang terindikasi akan terjangkit virus tersebut. Hal itu dilakukan untuk meredam peyebaran virus corona yang menyebar di masyarakat guna meminimalisir keadaan yang terjadi di berbagai daerah.
Berita di media sosial yang begitu banyak diperbincangkan baik berita fakta maupun hoax yang bertebaran kesana kemari, membuat masyarakat menjadi resah akan hal tersebut karena hal itu menjadi keraguan tersendiri untuk meyakini kebenaran berita yang ada. Headline-headline tulisan di artikel maupun media sosial yang begitu menakutkan bangsa ini, share berita yang belum tentu benar karena hanya sebatas screenshoot, video-video pasien yang telah meninggal dunia maupun yang sedang di isolasi.
Tanpa disadari hal ini menjadi ketakutan tersendiri di masyarakat. Hingga hal yang sebelumnya sudah terbiasa dilakukan, saat ini seperti dibatasi dengan adanya ketentuan untuk menjaga kesahatan. Belajar bijak ketika mendapatkan informasi yang beredar, dibaca kemudian ditelaah akan kebenarannya, sehingga tidak mudah untuk menyimpulkan berita-berita yang simpangsiur di masyarakat. Janganlah takut yang berlebihan, ketika diri ini sudah berusaha untuk menjaga kesehatan dengan makan yang sehat, tidur teratur, membatasi untuk bertemu di keramaian dan doa yang selalu terpanjatkan kepada Allah SWT. Intinya selalu berfikir positif dengan keadaan yang ada, seperti istilah yang sering kita dengar “Berikan stimulasi positif pada dirimu maka kebiasaan baikpun akan menyertaimu”. Keep Strong Guys. Lekaslah membaik Duniaku.







