MA’RIFAT KARAKTER SESEORANG DENGAN PANAHAN

Oleh : Hany Zahrah

Episode 1

“Dengan memanah kamu bisa tau sifat seseorang”, begitulah kata coach Rendi. Kami pun bertanya-tanya, “loh kok bisa coach?” (bagaimana bisa hanya dengan menarik busur lalu melepaskan anak panah saja kita bisa tau sifat seseorang), kecapku dalam hati.

Pagi ini seolah matahari menyapa neira, zahwa, vita, malika, dan lulu. Kami berjalan menelusuri perumahan. Sepi seolah tidak bernyawa. “Apa karena virus corona? semua orang bersembunyi di dalam rumah?”, Saut neira. “maybe”, cetus vita. Pohon-pohon pun ikut melambai-lambai pertanda setuju dengan percakapan kami.
“hei rek, aku mau latihan panahan nihh, kalian mau ikut tah?, tanya lulu.
“kuy mbak”, jawab malika.
“neira, zahwa, dan vita gimana? Ikut juga kan ya?”, tanya lulu.
(Kami bertiga hanya balas dengan senyuman).
“kami nonton aja deh mbak, hehe..”, jawab zahwa (dengan lagak kekanak-kanakan nya).
“Oke dehh, cusss meluncurrr”, kata lulu.

Tidak sadar, kaki kami sudah cukup melangkah dan kini sampai di lokasi.

“eh itu coach Rendi”, kata neira
“ehh mbak, kok cepet datengnya, kirain masih nanti-nanti wkwk. Btw, kok banyak yg mau latihan, jdi grogi sayaa, hahaha…” balas coach Rendi
“hehe iya coach tdi temen-temen banyak yang mau ikut” saut lulu
“Oalah iyaa, langsung masuk aja, saya ambil peralatan panahannya dulu ya” kata coach.
“nggeh”, saut kami kompak.

Kami berlima duduk dan saling menatap satu sama lain sambil tersenyum dan tertawa kecil. Entah apa yang terlintas dipikiran kami, intinya ini semua lucu. Kejadian itu tidak berlangsung lama setelah coach rendi datang dengan membawa banyak peralatannya.

“nah ini diaa peralatannya, sebelum praktek kita ta’aruf dulu sama alatnya nggeh”, lelucon coach.
“Hahaha… alat aja di ta’arufin masa kamu engga”, saut zahwa (sambil melihat malika).
“Hahahaha.. Kacau nih zah, sa ae dahh ahh”, saut malika.

Setelah coach Rendi memperkenalkan semua perlengkapannya, terdapat arrow (anak panah) terdiri dari beberapa jenis yaitu kayu, karbon, dan alumunium. Bow (busur), limbs, arrow rest, stabilisator, arm guard, quiver, nock, dan masih banyak lagi. Dan kami pun mulai latihan memanah.

“Tau ngga? Cara kalian memanah, coach bisa tau sifat kalian. Jadi gampang kalo semisal kalian bidiknya buru-buru ngga fokus, maka itu sama seperti kehidupan sehari-hari kalian ketika sedang dihadapakan dengan masalah, cobalah tenang, santuy, enjoy , rileks aja bray. Saya sendiri pun banyak belajar dari memanah ini. Dulu ketika saya dihadapkan dengan masalah saya pasti panik, gopoh ngga karuan. Tapi setelah mencoba olahraga panahan karakter dan  mental saya bener-bener dilatih disini” kata coach.
(kami sontak diam dan hanya tersenyum kecil).
“nggeh coach”, balas vita.

Next episode minggu depan yaa…

PP. DARUN NUN, Sukun-Malang.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp