
Malang, 01 September 2024, Pondok Pesantren Darun Nun resmi membuka Madrasah Diniyah Intelektual. Bertempat di Rumah Pengasuh PP. Darun Nun bada Isya. Dibukanya Madrasah Diniyah Intelektual diharapkan kegiatan-kegiatan yang telah dirancang di dalamnya dapat berjalan secara maksimal.
Pengasuh Pondok Pesantren Darun Nun, Abi Dr. Halimi Zuhdy, M.Pd., M.A dalam proses pembukaan Madrasah Diniyah Intelektual menyampaikan pesan bahwa pentingnya bersikap tawaduk.
“Tawaduk itu bukan pertanda kita lemah, tetapi itu adalah kekuatan yang sesungguhnya. Jangan menjadi gunung (tinggi) dia akan hancur, jadilah seperti lembah (rendah) yang siap menampung dan mengisi segala sesuatu. Demikian juga dengan penuntut ilmu, jangan sok, jangan merasa paling pintar. Karena dengan merasa paling pintar tidak akan mau lagi belajar, sedangkan belajar itu tidak pernah selesai. Dan orang yang tawaduk itu hakikatnya akan ditinggikan. Berbeda dengan orang tinggi pasti akan turun. Maka demikian pentingnya sikap tawaduk”. Pungkas beliau.
Madrasah Diniyah Intelektual tidak hanya berfokus pada belajar keagamaan. Tetapi di dalamnya terdapat desain kurikulum yang mengarah pada Kebahasaan (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris) dan Kepenulisan (berkarya). Sehingga, tujuan utama dari Madrasah Diniyah Intelektual adalah melahirkan santri-santri yang tidak hanya lihai dalam bidang spiritual tetapi juga lihai dalam bidang intelektual yang berakhlak mulia.
Kepala Madrasah Diniyah Intelektual Ummah Sayyidah Hafsoh, M.Pd menyampaikan bahwa dengan dibukanya Madrasah Diniyah Intelektual dapat menjadi awal yang baik dan menjadi ruang bagi santri dan segenap keluarga besar Pondok Pesantren Darun Nun untuk dapat berproses bersama-sama.
“Ini adalah awal kita, ayo mulai ditata niat, bertolabul ilmi bersama-sama, berjihad bersama-sama, dan berproses bersama-sama”.
Ummah Sayyidah Hafsoh, M.Pd juga menegaskan bahwa semua ilmu itu penting, baik yang dipelajari di kampus maupun di pondok, tidak ada yang dikesampingkan antara keduanya, semua berjalan secara bersamaan. Dan yang paling penting jangan suka menyepelekan sesuatu, karena kita tidak akan tau, sesuatu yang menurut kita sepele hari ini, bisa jadi menjadi sesuatu yang penting untuk kita butuhkan di kemudian hari, lebih khususnya ketika nanti terjun ke masyarakat.
Penulis : Siti Rahmatillah, S.Hum







