![]() |
| Sumber : Pribadi |
Oleh : Divisi Kepenulisan
“Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui.
Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri” ( J.K. Rowling )
Terhitung sejak hari Senin, 5
September 2022 piket kepenulisan mulai diberlakukan pada Santri Pondok Pesantren Darun Nun. Pengabsenan
karya santri yang dilakukan selama enam hari dalam seminggu lalu diakumulasikan
selama sebulan dan berakhir pada tanggal 30 September 2022. Pendataan
pengumpulan karya santri tak lain bertujuan untuk mengetahui tingkat
produktivitas santri dalam menulis karya sebulan. Selain itu untuk mengetahui
frekuensi santri dalam menulis karya.
![]() |
| Sumber : ekslusif |
Melalui grafik dan diagram yang
telah dibuat, kami selaku divisi kepenulisan telah mencatat data dari pengabsenan
karya tiap minggu. Grafik menyatakan bahwa minggu pertama di bulan September
sebagai permulaan piket kepenulisan. Pada minggu pertama, karya yang dihasilkan
santri berada dalam titik tertinggi yakni dengan jumlah 32 karya. Kemudian pada
minggu kedua menurun menjadi 24 karya. Pada minggu ketiga menurun menjadi 17
karya. Lalu pada minggu terakhir menjadi 14 karya. Sehingga minggu pertama
menjadi minggu dengan karya terbanyak dan minggu terakhir menjadi minggu dengan
karya paling sedikit.
Untuk diagram menyatakan
persentase tingkat frekuensi dalam
menulis. Di Pondok Pesantren Darunnun, santri diwajibkan menulis satu kali
dalam seminggu. Jika dalam sebulan ada empat minggu maka santri diwajibkan
menulis empat kali dalam sebulan. Bertolak dari fakta tersebut maka tercatat
bahwa pada sebanyak hanya ada 10 %
santri yang menulis penuh dalam sebulan, 19 % santri yang mengumpulkan tiga
kali dalam sebulan, 31 % santri yang mengumpulkan dua kali dalam sebulan, 19 %
santri yang hanya mengumpulkan santri dalam sebulan dan 10 % santri yang tidak
mengumpulkan karya sama sekali dalam sebulan. Sehingga dapat disimpulkan,
kebanyakan santri hanya menulis dua kali dalam sebulan dan jumlah santri paling
sedikit adalah santri yang mengumpulkan karya full sebulan.
Konsisten
menulis memang tak mudah terkadang banyak alasan untuk menundanya.
“Ikatlah ilmu dengan menulis” karena dengan menulis akan menambah
ingatan kita, dengan tulisan bisa kita buka ketika lupa. Begitulah salah satu maqolah
yang terkenal dari Khalifah Ali bin Abi Thalib tentang keutamaan menulis.
Pondok Pesantren Darun Nun Malang








