Oleh: Mutiara Riqy Amalia
Berlarian menerjang di bawah curah hujan
Menetes terhalang dan terhapus air dari langit
Menguras emosi atas deduri tersebar di jalanan
Andai hujan tahu akan luasnya lautan yang dapat menampungnya
Sungguh gumpalan rintik akan ikut mengambang berenang di atasnya
Terhanyut terombang-ambing bersama kehidupan yang tak tampak
Mari ikutlah menari bersamaku di antara kawanan burung yang berpindah tempat
Menikmati kesyahduan tumpukan awan dibawa terpaan angin
Melihat indahnya kehidupan di bumi
Bertebar benih-benih rahman dan rahim
Dan syukur akan terbang tinggi melayang jauh ke singgasana-Mu
Berbarislah para pecinta
Cobalah izin meminjam sepasang sayap pada sekawanan burung itu
Pakailah sayapnya untuk terbang sesukamu
Terbang menemui para pecinta di negeri lain
Terbang untuk menyuratkan rindu hatimu kepada sang perindu
Dan teguklah rasa haru bahagia sebab temu tak akan berujung
Berhentilah sejenak di perjalanan
Isilah punuk cintamu dengan segala bentuk keyakinan
Yakin akan hal indah menanti di depan kelopak matamu
Dan suka cita akan menyambutmu dengan tebaran mawar merah di jalan yang kau lewati
Berteman bau wewangian yang harum
Kalau sedang dirundung rindu
Lekaslah berlari menghadapnya
Peluk erat pada siapa yang kau titipkan rindu
Dan para pecinta akan tahu dan membalasnya
Jika keyakinan akan bertahta di dalam dirimu
Akan ada qabul yang menanti dan menjemputmu dengan payung keridhoan
Juga langit yang luasnya tak tertandingi
Akan menampung seluruh doa dan harapan yang dilayangkan
Pondok Pesantren Darun Nun
