
Surabaya – Pondok Pesantren Darun Nun, Kota Malang, turut berpartisipasi dalam kegiatan Workshop Modernisasi Perpustakaan Khusus Pondok Pesantren Salafiyah dan Rumah Ibadah Tahun 2026, yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur pada Rabu–Kamis, 4–5 November 2026, bertempat di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama.
Dalam kegiatan tersebut, PP Darun Nun mengirimkan dua perwakilan, yaitu Yahdil Falakhi Alkhikam dan I Gede Adhitya Satrio. Keikutsertaan ini merupakan salah satu upaya untuk menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan serta pengembangan perpustakaan pesantren.
Workshop ini mengangkat tema modernisasi perpustakaan sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan pondok pesantren dan mendorong perpustakaan agar memenuhi Standar Nasional Perpustakaan. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan berbagai pondok pesantren dan lembaga keagamaan di Jawa Timur.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi mengenai modernisasi perpustakaan melalui penguatan koleksi digital, peran Kementerian Agama dalam penguatan perpustakaan pesantren, penggunaan aplikasi INLISLite, dukungan legislatif terhadap pengembangan perpustakaan, serta pengenalan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP).
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembahasan mengenai pentingnya menjadikan perpustakaan sebagai pusat perubahan bagi santri dan masyarakat serta penerapan Standar Nasional Perpustakaan Khusus sebagai pedoman dalam meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan.
Melalui kegiatan ini, PP Darun Nun diharapkan dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam pengembangan perpustakaan pesantren. Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya adalah pengelolaan koleksi digital, pemanfaatan teknologi informasi, pendataan perpustakaan melalui NPP, serta peningkatan kualitas layanan dan fasilitas perpustakaan.
Keikutsertaan PP Darun Nun dalam workshop ini menjadi langkah untuk terus mengembangkan perpustakaan sebagai pusat literasi, informasi, dan pembelajaran bagi para santri. Dengan pengelolaan yang semakin baik dan pemanfaatan teknologi, perpustakaan pesantren diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya pengetahuan, kreativitas, dan budaya literasi.