Oleh : Hakiki Rikza Irnaini Al Badri
Aksara kata
tertulis mulia
Tentang asma
yang sering terucap dalam do’a
Yang tercinta
yang kudamba
Yang terluka
yang tersiksa
Kata mereka aku
percuma
Kata mereka aku
sia-sia
Kata mereka aku
akan kecewa
Akan tetapi aku
tak pedulikan mereka
Wahai asma yang
sering kusebut
Wahai sifat
yang lemah lembut
Kukira aku akan
berjumpa lagi
Tapi hanya sepi
yang kutemui
Rumpang rasa
hatiku sekarang
Menunggu dikau
yang entah hilang
Semua orang
berkata aku jalang
Manusia bodoh
yang tidak tahu arah pulang
Iya! Aku memang
manusia jalang
Yang tanpa kamu
akan merasa rumpang
Sekarang dikau
bagaikan bayang-bayang
Yang entah ada
atau hilang
Kepada dikau!
Aku hanya berharap
Semoga engkau
tidak terperangkap
Sehingga kita
lekas saling dekap
Sehingga kita
mulai bercakap-cakap
