RINDU YANG TERLUKA

Oleh: Siti Fathimatuz Zahro

 

Kukatakan dengan indah jika kerinduan telah terpupuk dari lama

Sedikit
demi sedikit puing-puing terangkai tanpa dusta

Potongan
kalimat telah menjadi novel

Menyatukan
berbagai emosi menjadi karangan terbaik

 

Aku
mampu mengakuinya atas diriku sendiri

Menyampaikan
kerinduan mengakui kegamangan hingga menyalahkan sepi

menyesalkan
hadirmu namun mengakui rindunya

Hingga
luka itu hadir dan mampu menciptakan sebuah rasa bodo amat

Berujar
pada Tuhan untuk menghapus memori tentangmu

Lantas
mengatakan jika aku hanya bercanda

 

Aku
mampu mengakuinya atas diriku sendiri

Namun
tidak ingin mendengar apa pun tentangmu dari orang lain

Sekali
saja namamu disebut, maka luka itu akan hadir kembali

Menghancurkan
pengakuan-pengakuan atas kerinduan

Cukup
perlahan menghapus setiap hal yang mengingatkanku kepadamu

Hingga
semuanya bersih tanpa meninggalkan noda

 

Rindu
adalah hak hati yang tak akan ada obat selain bersama rindu.

Rindu
tetaplah rindu.

Tak
akan terobati hingga adanya temu

 

-Abah
Guru Sekumpul-


Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp