Oleh: Binti Rohmatin Fahimatul Y.
Aku diam saja, mengisyaratkan bahasa tanpa
kata
Saat pesona asterik ikut merayakan malam nan
cantik
Lengkap dengan candra yang tersenyum, kemudian
bercakap dengan gulita yang mendekap pelik
Ya, aku diam saja
Mungkin aku bisa menjadi seorang komika
Ah, nanti saja, ku rasa belum saatnya
Bahan ceritaku belum sempurna
Monokrom ternyata bukan warna hitam – putih
saja, ia bisa menjelma biru
Ya, biru muda dan biru tua yang saling padu
Atau gradasi warna dari kelompok analogu
Dan seperti itulah, baru saja aku tahu
Dan aku semakin larut dalam diam
Menjamah ingatan temaram
Menyelami stagnasi paten detak-detik jam
Tertawa dan menangis tanpa suara atas sorai
suram
Ya, sekarang hanya ada lambai tanda menyerah,
adapun hampa mengindahkan pilu yang redam
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
