ASSALAAMU 'ALAIKUM UKTHI

 

Oleh: Muhammad Anis Fuadi





قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: {حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ رَدُّ السَّلَامِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وتَشمِيتُ}. رواه مسلم

Rasulullah Saw bersabda: Hak muslim atas muslim lainnya ada lima, yaitu menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan dan mendo’akan orang yang bersin” Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah r.a.

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ بَدَأَ بِالسَّلَامِ فَهُوَ أَوْلَى بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ}. رواه أحمد

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang memulai salam (ketika bertemu dengan orang), maka ia lebih utama menurut Allah dan Rasul-Nya.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ahmad dari sahabat Abu Umamah r.a.

Banyaknya hadits tentang keutamaan salam, adalah bukti nyata betapa mulianya orang-orang yang mengucap ataupun menjawab salam. Dalam perspektif hukum islam, mengucapkannya adalah kesunnahan dan menjawabnya adalah kewajiban. Namun miris, banyak diantara generasi muda milenial saat ini yang kurang sadar akan hukum dan keutamaan salam. Akibatnya, terjadi penyalahgunaan kalimat salam yang sebenarnya amatlah mulia menjadi kalimat yang justru memiliki konotasi negatif.

Penyalahgunaan kalimat mulia ini kini terjadi di kalangan muda, terutama pemuda yang belum berpasangan. Khususnya, para lelaki “buaya” yang semakin ganas dengan beribu kata-katanya kepada para wanita. “Assalamualaikum ukhti” saat ini kerap kali menjadi kalimat yang disandingkan dengan gambaran ucapan yang keluar dari para buaya darat. “Assalamualaikum ukhti” kini diartikan oknum pemuda tak bertanggung jawab sebagai kalimat basa-basi yang digunakan lelaki “buaya” guna membuai wanita yang diincarnya. “Assalamualaikum ukhti” adalah kalimat yang sebenarnya tidak wajar untuk ditertawakan bahkan diselewengkan sebagai kalimat yang bermakna negatif. Pada dasarnya, kalimat السلام عليكم ورحمة الله وبركاته berarti do’a yang dalam bahasa Indonesia “Semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya terlimpah padamu.”

Maka betapa rendahnya adab bagi oknum-oknum yang berniat meremehkan kalimat salam yang terpuji ini. Sesuatu yang seharusnya dapat bernilai ibadah, bisa menjadi bernilai dosa jika dibarengi dengan niat yang buruk. Dimulai dari kesadaran akan nilai-nilai ibadah dalam kalimat salam inilah, kita semua sebagai seorang muslim dapat menjaga kesempurnaan ajaran agama islam. Salam mengingatkan kita bahwa kita semua bergantung kepada Allah SWT. Tak satupun makhluk yang bisa mencelakai atau memberikan manfaat kepada siapapun juga tanpa perkenan Allah SWT.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp