Siti Fathimatuz Zahro’
Air…
Siapa yang tidak suka? Riak gelombang berwarna biru seakan mampu mendekap tubuh
siapa pun didalamnya. Maka tidak heran jika ia juga mampu menenggelamkan apapun
siapapun ke dalam pusarannya. Menyentuh kaki-kaki kecil ditepi pantai seolah
mengajak untuk berlayar bersamanya. Kecipak air terpukul merendam kaki di danau
kecil.
Siapa yang tidak suka? Riak gelombang berwarna biru seakan mampu mendekap tubuh
siapa pun didalamnya. Maka tidak heran jika ia juga mampu menenggelamkan apapun
siapapun ke dalam pusarannya. Menyentuh kaki-kaki kecil ditepi pantai seolah
mengajak untuk berlayar bersamanya. Kecipak air terpukul merendam kaki di danau
kecil.
Yogyakarta
dengan segala istimewanya……..
dengan segala istimewanya……..
Taman
Sari Yogyakarta. Sebuah lahan dengan luas lebih dari 10 hektare dan terbagi menjadi
banyak bagian dan kegunaan yang beragam pula. Tempat ini merupakan salah satu
situs sejarah yang banyak digandrungi untuk disinggahi. Sajian pemandangan yang
memanjakan mata membuat setiap jengkalnya ingin memberi jejak gambar sebagai
bukti nyata bahwa pernah singgah didalamnya. Sambutan gapura megah material
batuan putih gading seolah berkata “Sugeng Rawuh” siap menyerahkan
segala pesona yang dimilikinya.
Sari Yogyakarta. Sebuah lahan dengan luas lebih dari 10 hektare dan terbagi menjadi
banyak bagian dan kegunaan yang beragam pula. Tempat ini merupakan salah satu
situs sejarah yang banyak digandrungi untuk disinggahi. Sajian pemandangan yang
memanjakan mata membuat setiap jengkalnya ingin memberi jejak gambar sebagai
bukti nyata bahwa pernah singgah didalamnya. Sambutan gapura megah material
batuan putih gading seolah berkata “Sugeng Rawuh” siap menyerahkan
segala pesona yang dimilikinya.
Tempat
ini lebih dominan sebagai tempat melepas penat dari hingar bingar urusan dunia.
Masuk didalamnya seakan menikmati taman surga bersama para bidadari. Bagaimana
tidak? Bagian-bagian pada tempat ini merupakan tempat singgah dari sultan
dengan ditemani oleh para permaisurinya. Setelah masuk dari gapura utama,
pengunjung akan menaiki beberapa tangga dalam lorong yang bergema dan akan
disambut oleh dua kolam yang diantaranya terpisah oleh sebuah jembatan bak
dermaga dalam dunia dongeng. Sajian air kolam berwarna biru seakan mampu
menghipnotis setiap mata untuk menyatukan diri dengan tenangnya air kolam.
Konon dikolam itulah sultan meleburkan diri bersama para istri (selir) dan
puterinya.
ini lebih dominan sebagai tempat melepas penat dari hingar bingar urusan dunia.
Masuk didalamnya seakan menikmati taman surga bersama para bidadari. Bagaimana
tidak? Bagian-bagian pada tempat ini merupakan tempat singgah dari sultan
dengan ditemani oleh para permaisurinya. Setelah masuk dari gapura utama,
pengunjung akan menaiki beberapa tangga dalam lorong yang bergema dan akan
disambut oleh dua kolam yang diantaranya terpisah oleh sebuah jembatan bak
dermaga dalam dunia dongeng. Sajian air kolam berwarna biru seakan mampu
menghipnotis setiap mata untuk menyatukan diri dengan tenangnya air kolam.
Konon dikolam itulah sultan meleburkan diri bersama para istri (selir) dan
puterinya.
Jangkauan
Taman Sari masih berada pada kompleks Keraton Yogyakarta. Dulunya taman ini
membentang dari sebelah Tenggara Magangan sampai Barat Daya Kedhaton. Namun kini
beberapa bagiannya telah menjadi pemukiman warga. Jadi bangunan utama yang
masih terjaga secara utuh inilah saksi bisu peradaban Yogyakarta pada masanya.
Taman Sari masih berada pada kompleks Keraton Yogyakarta. Dulunya taman ini
membentang dari sebelah Tenggara Magangan sampai Barat Daya Kedhaton. Namun kini
beberapa bagiannya telah menjadi pemukiman warga. Jadi bangunan utama yang
masih terjaga secara utuh inilah saksi bisu peradaban Yogyakarta pada masanya.
Pondok Pesantren Darun Nun Malang








