Literasi : Kunci Peradaban

Oleh: A. Adib Dzulfahmi

Pengertian Literasi

Literasi bukan (hanya) membaca dan menulis. Literasi adalah kemampuan seseorang untuk belajar. Literasi adalah kemampuan seseorang untuk memahami segala hal. Literasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan akal.

Literasi bukan hanya sekedar membaca dan menulis; melainkan sebuah kemampuan proses kompleks menerima data/informasi dari melihat, mendengar, mencium dan merasakan yang kemudian data itu diolah di pikiran hingga menjadi sebuah pemahaman.

Literasi adalah berpikir. Literasi adalah overthingking. Literasi adalah menganalisis. Literasi adalah merumuskan sesuatu dari hasil analisis. Literasi adalah menyampaikan hasil rumusan kepada orang lain dalam bentuk apapun.

Literasi bukan hanya sekedar mengetahui (membaca) pengetahuan dari sumber yang sedikit (video reels, tiktok, youtub short,dsb) kemudian asal menyampaikannya (atau komentar) kepada orang lain seenak jidat; melainkan sebuah pengetahuan yang berdasarkan sumber-sumber valid, dianalisis untuk uji kebenaran dari akal pribadi, dipercayai oleh hati nurani, dan disampaikan hingga menjadi sebuah pengetahuan yang dapat diminta pertanggungjawaban.

Literasi dapat dilihat dari hasil menulis. Mengapa menulis? Karena apabila seseorang menulis maka seseorang tersebut telah melalui berbagai tahap dari (1) mengumpulkan informasi, (2) menganalisis informasi tersebut, dan (3) merumuskan sebuah kesimpulan; hingga menjadi sebuah produk matang (output) dari pikiran tersebut yang salah satu bentuknya adalah sebuah tulisan. Maka menulis adalah salah satu bukti dari sebuah pemahaman.

Literasi dan Peradaban Manusia

Literasi adalah pondasi dasar dari sebuah peradaban dan keberadaan manusia di muka bumi, disamping bahasa. Semua pengetahuan pasti berhubungan dengan literasi terlebih dahulu. Kemajuan sebuah era dan bangsa, tak pernah luput dari bagaimana kemampuan literasi telah berkembang pada masa dan wilayah tersebut. Kemampuan manusia untuk berpikir dan menganalisis alam semesta adalah output dari sebuah literasi yang mumpuni.

Kapan masa kejayaan sebuah peradaban umat muslim? Ya, saat ilmu pengetahuan dan literasi menjadi pusat fokus kesultanan (Abasiyah). Kapan masa yang disebut sebagai Masa Kegelapan di Benua Biru? Ya, masa ketika gereja menjadi adidaya. Membaca (alkitab) dicap sebagai bentuk sakral kepatuhan, sedangkan berpikir dan menulis dicap sebagai lambang kesesatan. Masih tercatat terang, kisah perdebatan heliosentrisme dan pengorbanan galileo yang lahir di zaman yang kurang tepat untuknya. Kapan masa kejayaan peradaban manusia? Ya, saat ini. ketika pengetahuan dapat mudah diakses oleh siapa saja dan literasi dikembangkan sejauh-jauhnya.

Maka, tingkat kemajuan suatu peradaban bangsa atau era berbanding lurus dengan tingkat literasinya. Bagaimana dengan bangsa Indonesia kita?

baca:

Literasi : Problematika Rakyat Indonesia

 

Author

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp