Memilih Teman dalam Perspektif Kitab Turots

Oleh Zainuddin

Teman merupakan aset terpenting dalam berkehidupan bermasyarakat. Tentu memilah dan memilih teman tentu berpengaruh dengan kehidupan seseorang tsb. Seseorang teman dapat mengantarkan kepada kebaikan atau malah keburukan. Lantas apa acuan seseorang pantas disebut dengan “teman”?. Pada tulisan kali ini akan dibahas seluk beluk memilih teman menurut perspektif kitab ta’lim muta’allim. Kitab Ta’lim Muta’allim merupakan kitab yang membahas tentang adab dalam menuntut ilmu yang berisikan 13 pasal. Mengenai kriteria teman telah dipaparkan oleh Syaikh Al Zarnuji pada pasal ketiga yaitu bab memilih ilmu, guru dan teman.

Kriteria teman telah disebutkan oleh Syaikh Al Zarnuji yang terdapat dalam kitabnya Ta’lim Muta’allim yakni:

وَأَمَّا اخْتِيَارُ الشَّرِيْكِ فَيَنْبَغِي أَنْ يَخْتَارَ الجِدَّ وَالوَرِعَ وَصَاحِبَ الطَّبْعِ المُسْتَقِيمِ وَالمُتَفَهُم، وَيَفِرَّ مِنَ الكَسْلانِ وَالمعطل وَالمِكْثَارِ وَالمُفْسِدِ وَالفَتَّانِ

Artinya : Tentang memilih teman, hendaknya memilih yang tekun, wara’, bertabiat baik, serta semangat untuk memahami pelajaran. Dan hendaklah menjauhi orang-orang yang malas, pengangguran atau tidak mau memahami ilmu, orang yang banyak bicara dan orang yang berbuat kerusakan serta ahli fitnah.

Menurut syekh Al zarnuji diharapkan seseorang dapat berteman dengan yang baik budi pekertinya. Serta menjauhi teman yang buruk budi pekertinya. Begitu pula sifat wara’, tekun, bertabiat baik serta semangat dalam memahami pelajaran adalah karakter baik yang melekat pada seseorang yang akan kita jadikan sebagai teman. Terlepas harus memilih teman yang baik, terdapat beberapa karakter menurut syekh Al Zarnuji yang harus dijauhi sesuai dengan kitab ta’lim muta’allim yaitu orang yang malas, pengangguran atau tidak mau memahami ilmu, orang yang banyak bicara dan orang yang berbuat kerusakan serta ahli fitnah. Demikianlah beberapa kategori karakter yang dapat menjadi tolak ukur apakah orang tersebut pantas dijadikan sebagai teman.

Pada kitab yang lain juga dijelaskan bagaimana cara memilih teman yang baik. Pada salah satu kitab yang masyhur dikaji pada kalangan pesantren yaitu kitab Alala. Kitab Alala merupakan ringkasan kitab Ta`lim Muta`alim yang dikarang oleh Syaikh Az-Zarnuji atau Burhanuddin Ibrahim Az-Zarnuji Hanafi dan terkenal dengan Imam Az-Zarnuji, namun ada juga yang biasa menyebutnya dengan Tajuddin Nu’man Bin Ibrahim Ibn Khalil Az-Zarnuji, Kitab Alala ini diterbitkan oleh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri namun dalam kitab tersebut tidak tercantum nama pengarangnya hal tersebut dilihat dari beberapa cetakan yang mana didalamnya tertulis “Li ba`dhi at talamidz bi fasantrin agung Lirboyo Kediri”, hal tersebutlah yang menjadi tanda bahwasanya yang menyusun kitab tersebut adalah salah satu santri dari pesantren Lirboyo Kediri.

Isi di dalam kitab Alala yang menjelaskan tentang memilih teman di jelaskan pada bait/syair : 

عَنِ الْـمَرْءِ لاَ تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ # فَإِنَّ القَرِيْنَ بِالْـمُقَـارِنِ يَقْتَـــدِيْ

Jangan bertanya tentang seseorang, tapi tanyalah tentang temannya, karena sesungguhnya teman akan mengikuti temannya.

فَاِنْ كَانَ ذَا شَرٍّ فَجَنِّبْـهُ سُــرْعَةً # فَاِنْ كَانَ ذَاخَيْرٍ فَقَارِنْهُ تَهْتَـدِيْ

bila temannya memiliki kejelekan maka jauhilah secepatnya, dan bila temannya memiliki kebaikan maka temanilah dia, maka kamu akan mendapatkan petunjuk.

Bait di atas menjelaskan tentang bagaimana cara mengetahui kepribadian seseorang dengan cara mengetahui dengan siapa berteman. Hal ini merupakan cara yang paling mudah untuk mencari teman baru dengan cara mengetahui kepada siapa orang tersebut berteman. Ibarat terdapat seseorang yang dekat dengan penjual ikan, maka secara tidak langsung meskipun orang tersebut tidak ikut jualan ikan akan tetapi orang tersebut terkena bau ikan dan ikut memiliki bau yang sama dengan penjual ikan. Berbalik arah apabila seseorang mendekati penjual minyak wangi, maka secara tidak langsung orang tersebut akan memiliki bau yang wangi. 

Sebegitu pengaruhnya pertemanan sehingga dapat menghantarkan seseorang kedepan pintu surga atau pintu neraka. Maka, tulisan ini ditujukan untuk seluruh manusia yang memiliki keinginan untuk berbuat baik dan menjadi orang yang baik maka pilihlah teman yang baik dan bisa menjadi orang yang lebih baik dengan adanya teman yang baik. 

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp