
Oleh Alvian Izzul Fikri
“Udah bangun kesiangan, lupa bawa hp, jatuh dari motor lagi, hari apa ini? Kok sial terus aku?” keluh seorang pemuda sambil menghela napas Panjang setelah memberdirikan motornya yang jatuh. “Memang hari sial, dari pagi kena musibah terus,” timpal temannya. Ungkapan-ungkapan seperti itu mungkin sering kita dengar, bahkan mungkin kita sendiri pernah mengucapkannya. Tanpa sadar, kita seringkali menyalahkan waktu dan keadaan atas berbagai masalah yang menimpa kita.
Namun, tahukah Anda bahwa dalam Islam, menyalahkan waktu dan keadaan itu dilarang? Rasulullah ﷺ bersabda, “Janganlah kamu mencela zaman (waktu) karena Allah adalah (Zaman).” (HR. Muslim 2246 dari Abu Hurairah). Hadis ini menegaskan bahwa mencela waktu sama saja dengan mencela Allah SWT, karena Allah-lah yang menciptakan dan mengatur waktu.

Dalam kitab Syajarotul Ma’arif wal Ahwal wa Sholihul Aqwali wal Afal , karya Syekh Izzuddin bin Abdissalam, pada halaman 248 pada bagian yang ke 35 mengenai hal “mencela zaman” dijelaskan lebih lanjut bahwa orang-orang yang mencela waktu sebenarnya mencela (perbuatan) Allah. Mereka menganggap bahwa keburukan yang terjadi di dunia ini disebabkan oleh waktu itu sendiri. Padahal, Allah-lah yang menciptakan dan mengatur waktu, serta segala sesuatu yang terjadi di dalamnya.
Mengapa kita dilarang menyalahkan waktu dan keadaan? Karena segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, baik itu kebaikan maupun keburukan, terjadi atas kehendak Allah SWT. Ketika kita menyalahkan waktu dan keadaan, berarti kita tidak menerima takdir Allah dan seolah-olah menyalahkan-Nya atas apa yang terjadi.
Lalu, bagaimana seharusnya sikap kita dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan hidup? Daripada menyalahkan waktu dan keadaan, lebih baik kita introspeksi diri dan memperbaiki diri. Kita juga harus berusaha untuk berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran, sesuai dengan kemampuan kita.
Ingatlah bahwa Allah SWT tidak pernah menciptakan sesuatu yang sia-sia. Setiap kejadian pasti memiliki hikmahnya, meskipun terkadang kita tidak menyadarinya. Mari kita jadikan setiap kejadian sebagai pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Dengan memahami hal ini, semoga kita bisa lebih bijak dalam menyikapi setiap kejadian yang menimpa kita sehingga tidak mudah menyalahkan waktu dan keadaan.
Wallahu Alamu bisshowab







