Oleh Mahrotul Fithonah
Kebanyakan jam kosong disambut tawa
bangku bangku riuh oleh kebebasan sementara
Candaan berhamburan memenuhi sudut kelas
layar-layar ponsel menyala di antara wajah
wajah, yang perlahan lupa akan arah
sementara jam di dinding terus berjalan pelan
seakan mengingatkan, bahwa ada waktu yang sedang hilang
Padahal di luar sana,
ada orang tua yang menghabiskan peluhnya
Menukar lelah dengan harapan
agar kita tetap bisa duduk belajar dengan tenang
Ironisnya,
kita bahagia saat kehilangan pelajaran,
namun gemetar membayangkan masa depan
Yang perlahan ikut menghilang





