Pelestarian Terumbu Karang

Oleh Chusbi Aura

Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh lautan sangat luas. Indonesia memiliki 30% wilayah daratan dan 70% adalah wilayah lautan. Luas lautan yang mengelilingi Indonesia kurang lebih mencapai 5,8 juta Km2, yang menjadikan negara Indonesia dijuluki sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia. Julukan tersebut juga di tunjang oleh panjangnya garis Pantai yang membentang sedemikian rupa. Luasnya lautan, menjadikan Indonesia memiliki sumber daya laut yang begitu melimpah. Sumber daya lautan tersebut antara lain: perikanan, minyak dan gas bumi, yang memiliki nilai jual tinggi untuk membantu meningkatkan perekonomian negara. Disamping itu, keindahan Pantai dan bawah laut Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara. Terutama di tourism area seperti Bali.

Nusa penida merupakan salah satu destinasi wisata di Pulau Dewata, Bali. Keindahan pesisir pantai dan alam bawah laut yang tersusun rapi menjadikan siapapun yang melihat akan merasakan euphoria yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Berbagai jenis ikan, tumbuhan laut, dan terumbu karang berwarna-warni yang tersusun rapi menjadi incaran para wisatawan. Namun, melonjaknya minat wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida berpengaruh pada pertumbuhan terumbu karang. Penempatan fasilitas wisata yang kurang tepat dan terkesan dipaksakan, menjadi penyebab rusaknya terumbu karang. Aktivitas penyelaman juga menjadi salah satunya. Sering dijumpai para penyelam dengan usil yang sengaja melakukan hal-hal ceroboh. Pada tahun 2016 silam didapati bahwa ada penyelam yang mencoret-coret terumbu karang, dan menjadi viral di kalangan nasional maupun internasional.

Pemerintah setempat tidak tinggal diam dan segera mengambil Tindakan. Tindakan – Tindakan tersebut yaitu, dengan membuat program restorasi terumbu karang di Nusa Penida dan dilakukan dengan metode pemasangan wadah besi berbentuk menyerupai reef star, agar karang dapat menempel dengan baik. Tercatat sebanyak 1000 reef star yang telah terpasang dibagian kerusakan terumbu karang, di sepanjang penjuru Nusa Penida, tepatnya di Desa Toya Pakeh dan Desa Ped.

Masalah lingkungan tidak alan pernah ada habisnya, jika kita tidak memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Terutama kelestarian wilayah lautan. Resortasi terhadap perkembangan terumbu karangperlu dijadikan pembiasaan oleh pemerintah terhadap Masyarakat. Sebagai contoh, membatasi kegiatan menyelam dengan menetapkan jadwal untuk para penyelam, menegaskan kepada Masyarakat agar tidak meninggalkan sampah mereka di sekitar laut. Upaya tersebut menekankan pada Masyarakat untuk lebih bijak dalam melestarikan lingkungan khususnya laut. Karena laut menyumbangkan banyak manfaat untuk negara.

Pada akhirnya, menjaga kelestarian laut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, baik wisatawan, pelaku usaha, maupun penduduk lokal. Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan agar upaya pelestarian dapat berjalan secara berkelanjutan. Pemerintah dapat terus memperkuat regulasi serta pengawasan terhadap aktivitas pariwisata, sementara masyarakat diharapkan mampu menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut juga perlu ditanamkan sejak dini, sehingga generasi muda memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan wisata yang bertanggung jawab. Laut Indonesia tidak hanya menjadi sumber ekonomi melalui perikanan dan pariwisata, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem global. Jika kerusakan terus dibiarkan, maka dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk menjaga, merawat, dan melestarikan laut Indonesia, agar keindahan serta kekayaannya tetap lestari dan dapat dinikmati secara berkelanjutan.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp