Ayah
Oleh Bahrul Ilmi

Di balik senyummu yang tampak sederhana,
Tersimpan penat yang tak pernah kau ungkapkan.
Kau terus melangkah di bawah terik dan derasnya hujan,
Demi melihat anakmu tumbuh dalam kebahagiaan.
Telapak tanganmu mengeras oleh kerasnya perjuangan,
Namun penuh kelembutan saat membelai kepalaku perlahan.
Kau rela menahan lapar agar kami bisa makan,
Kau sembunyikan rasa sakit demi menjaga ketenangan.
Ayah, dahulu aku tak pernah memahami,
Dari mana datangnya kekuatanmu setiap hari.
Kini kusadari, di balik sunyi yang kau jalani,
Ada cinta yang kau buktikan lewat peluh dan letihmu sendiri.
Maafkan aku yang dahulu mudah mengeluh,
Saat kau pulang dengan tubuh lelah dan wajah yang lusuh.
Aku tak pernah tahu betapa berat perjuanganmu,
Demi mewujudkan harapan sederhana dalam hidup anakmu.
Jika kelak aku mampu membalas segala jasamu,
Akan kugenggam erat tanganmu dan kuhargai setiap pengorbananmu.
Sebab tak ada harta yang sebanding dengan kasih sayangmu,
Ayah, kaulah pahlawan sejati yang tak pernah meminta pujian untuk dirimu.