Oleh: Muhammad Thoriq Abdul Jabbar
Kata ini tersendat di celah tenggorokan,
Saat jemari memeluk layar yang menyala.
Bolehkah kupinta sedikit perhatian?
Namun tersadar, mereka lebih membutuhkan.
Dada ini tertimbun debu yang tebal,
Menutup hasrat yang mengikis perlahan.
Tak pantas lagi aku meminta teduh,
Jika teduh itu lebih butuh diasingkan.
Kalimat kurekat kembali di awan,
Agar menjelma menjadi gerimis yang menenangkan.
Di antara rindu yang enggan disembunyikan,
Ada cemas yang tak tega kubisikkan dalam keheningan.
Author
Post Views: 17