Tingkatkan Standar Mutu, Disperpusip Jatim Gelar Workshop Modernisasi Pondok Pesantren Pesantren dan Rumah Ibadah di Surabaya

SURABAYA — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur sukses menyelenggarakan Workshop Pengelolaan Perpustakaan Pondok Pesantren dan Rumah Ibadah. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 4–5 November di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya, dalam workshop ini bertujuan untuk meningkatkan standar kualitas pengelolaan perpustakaan khusus di lingkungan Pondok Pesantren dan Rumah Ibadah.

Dalam sambutan dan sekaligus dibukanya kegiatan oleh Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan Adi Wiyanto, Beliau menyamapaikan bahwa dengan diadakanya pelatihan ini diharapkannya dapat menjadi bekal pada setiap Pondok Pesantren dan rumah ibadah dalam membangun dan mengembangkan perpustakaan yang berstandar nasional

“Saya berharap pada Pelatihan Workshop kali ini tidak sekedar dipahami secara konseptual, namun dapat di Implementasikan secara bekelanjutan, sehinga setelah bapak/ibu mengikuti Workshop ini diharapkan ada output yang jelas atau ada tindak lanjutnya pada masing pimpinan Pondok Pesantren dan Rumah Ibadah. Karena saya melihat pada Workshop-Workshop sebelumnya para peserta sangat semangat ketika acara berlangsung, namun pada pasca acara, tidak ada tindak lanjut yang jelas”Ujarnya

​            Dalam Workshop ini terdiri dari 6 materi pelatihan, yang salah satunya mengupas tuntas enam Standar Nasional Perpustakaan (SNP) Nomor 7 Tahun 2022, yang meliputi standar koleksi, sarana-prasarana, pelayanan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan, hingga pengelolaan teknis bahan pustaka. Peserta dibekali pemahaman mendalam agar perpustakaan pesantren yang dikategorikan sebagai perpustakaan khusus rumah ibadah, mampu bertransformasi menjadi pusat literasi yang profesional, modern, dan memenuhi standar baku nasional.

​            Dalam pelatihan tersebut, dua orang santri yang bertindak sebagai delegasi resmi dari Pondok Pesantren Darun Nun tampak berpartisipasi secara maksimal dan penuh semangat. Kehadiran mereka di ajang tingkat provinsi ini bukan tanpa arah; keduanya membawa misi strategis untuk membangun dan mengembangkan inovasi perpustakaan mandiri di pesantren mereka yang diberi nama Nun Library.

​            Melalui keikut sertaan aktif ini, Pondok Pesantren Darun Nun menunjukkan komitmen kuat dalam mencetak ekosistem pendidikan pesantren yang berbasis literasi unggul. Kehadiran Nun Library nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan kitab dan buku, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak tradisi intelektual serta pusat informasi bagi seluruh santri dan masyarakat di lingkungan pesantren.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp