Mohammad Syauqi Abdullah
Sudahkah kalian bertanya: kenapa anda membaca tulisan ini? apa tujuan anda membacanya? Apa yang ingin anda dapatkan didalamnya? Hasilnya apa? Anda akan mengetahui bahwa jawabannya absurd, tidak jelas. Bisa jadi anda membacanya hanya sebatas penasaran, mungkin juga karena ingin menambah wawasan, atau mungkin tidak sengaja memencet link yang menuju ke halaman ini. Jawabanya hanya berputar-putar dan tidak jelas.
Orang tua anda mati-matian bekerja agar anda bisa kuliah. Anda lulus, lalu bekerja mati-matian juga agar anak anda bisa kuliah, dan begitupun hanya berputar-putar seterusnya. Kalau semua orang berkorban untuk anaknya, lalu yang sukses siapa? Hal inilah yang Albert Camus bilang sebagai absurditas.
Katanya Camus “At any street corner the feeling of absurdity can strike any man in face -disudut-sudut jalan manapun , absurditas itu bisa menampar siapapun”. Camus berpendapat bahwa hidup ini tidak pernah kita minta, tetapi tiba-tiba menjadi seperti ini. Camus menganalogikannya seperti sebuah bola. Ketika kita menendang bola ke selatan, jatuhnya malah ke sisi timur. Kita sering merancang hidup kita sedinikian rupa, akan tetapi hasil yang kita dapatkan jauh dari ekspektasi yang kita harapkan.
Meminjam istilahnya Martin Heidegger: hidup ini penuh dengan “faktisitas”. Kita seringkali jatuh dalam fakta-fakta yang tidak sesuai dengan apa yang kita gambarkan. Sebelum kuliah, mungkin anda membayangkan akan belajar serajin mungkin ketika kuliah, membaca buku sebanyak mungkin, lulus tepat waktu dan gampang mencari pekerjaan. Mungkin seperti itu bayangan ideal anda. Tetapi ketika anda memasuki bangku kuliah fakta, yang terjadi tidak seperti yang anda bayangkan. Anda membayangkan konsep bgyang paling ideal untuk hidup anda, tetapi kenyataannya tidak berjalan searah dengan konsep anda. Dari situlah perasaan absurd muncul.
Intinya, dunia ini penuh dengan misteri yang tidak akan pernah bisa kita tebak hanya dengan satu teori. Ketika hari ini menebaknya A besok bisa saja berganti B. ketika kita menganggap konsep A paling relevan, ternyata kenyataannya tidak seperti itu. Ketika kita dihadapkan dengan absurditas maka menurut Camus akui saja bahwa hidup ini memang absurd. Ini yang disebut valid solution. Ketika anda tidak mau mengakui adanya absurditas, berarti anda adalah orang yang tidak berani menghadapi kehidupan. Sebab, ciri hidup ini absurd, ketika anda lari dari absurditas maka sama saja anda lari dari hidup.
Referensi: Buku Menghilang, dan menemukan diri sejati.
Pondok Pesantren Darun Nun Malang






