
Oleh Zid-li Auliyana Luthfillah
Dahulu Kau mengemis pertemanan
Kami turuti permintaan
Aku sudah berteman lama dengannya
Dengan mudah kau rebut rekan
Aku mengenalnya sejak SMP
sekelas sejak awal kelas tujuh
diniyah, sekolah, dan taklim sederajat
Dengan mudah masa kuliah berubah
Permasalahan dengan teman sebelumnya
Kau cerita banyak kami dengarkan
Dengan saksama ikut menenangkan
Ikut serta menemani waktu demi waktu
Kamu cantik. Mangkanya dipilih.
Penampilan itu menguntungkan
Selalu hanya gadis cantik saja
Yang akan dipilih menjadi nomor satu
Lagu itu, relate denganmu
Ambil temanku, silahkan
Aku bingung pergi kemana
Aku sendiri, aku mengalah
Mengungkitku sebab tak sama
Banyak perubahanku dulu dan sekarang
maksudnya apa? Aneh.
Nggak paham sumpah. Asli.
Banyak diam, dianggap pelit
Cerita banyak, bilangnya risih
Lantas aku harus bagaimana?
Bikin bingung saja bocah
Diriku tidak bisa berbuat banyak
Temanku saja kau rebut
Aku dikucilkan? Entahlah
Sendiri, bukan berarti individual
Me time? Ya sesekali, masa tiap hari
Heran dah! Putus silaturahmi?
Oke, aku turuti. Resiko diri.
Meski ku tak sanggup menghadapi
Maaf jika tak sesuai ekspektasi
Kawan atau musuh diri ini?
Tak paham aku atau kau yang jahat
Tidak ada yang mengalah, bubar!







