AMANAH ITU APA ??

Oleh: Hany Zahra

Amanah menurut bahasa adalah tidak meniru,
dapat dipercaya, dan jujur. Amanah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia  diartikan sebagai sesuatu yang dipercayakan
(dititipkan) kepada orang lain. Dapat diketahui bahwa sikap amanah disini
melibatkan dua orang antara pemberi (amanah) dan penerima (amanah), dimana
antara keduanya harus saling menjaga amanah yang telah diberikan. Kata amanah
memiliki afinitas makna dengan kata amana yang berarti beriman, percaya.
Maka lawannya adalah kafir (membangkang), sedangkan kata amanah
berarti wadi’(titipan) dan lawannya adalah khianat (tidak dapat
dipercaya).
Sedangkan menurut istilah, terdapat beberapa
pendapat salah satunya ialah menurut Ahmad Musthafa Al-Maraghi, amanah adalah
sesuatu yang harus dipelihara dan dijaga agar sampai kepada yang berhak
memilikinya.
Menurut Ahmad Musthafa Al-Maraghi, amanah itu ada tiga
macam :
1.     
Amanah terhadap Allah
Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh
Allah dan Allah adalah sang pencipta atau sang kholiq. Oleh sebab itu, manusia
harus amanah terhadap semua yang sudah Allah anugerahkan kepada manusia.
Allah berfirman dalam QS. Al-anfal ayat 27
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ
وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
[الأنفال: 27]
Artinya : “Wahai orang-orang
yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah
kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu
mengetahui.” (Qs. Al-anfal:27)
2.      Amanah terhadap sesama
manusia
Manusia adalah makhluk
sosial. Amanah terhadap sesama manusia memiliki kewajiban yang harus dilakukan
sebagai sebab-akibat dia tinggal di lingkungan masyarakat, ada hak dan
kewajiban yang harus ditunaikan sebagai sosialisasi diri dalam bermasyarakat.
Allah berfirman dalam Qs.
An-Nisa ayat 58
﴿إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا
وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ  إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ  إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
[النساء: 58]
Artinya : “Sesungguhnya
Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan
(menyuruh kamu) apabila menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi
pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha
Mendengar lagi Maha Melihat.” (Qs. An-Nisa’ : 58)
3.     
Amanah terhadap diri sendiri
Setiap individu adalah seorang pemimpin dimana
amanah terhadap diri sendiri berarti setiap individu memiliki tugas, kewajiban,
dan tanggung jawab yang harus diselesaikan sendiri.
Rasulullah SAW bersabda : “Siapa saja yang
dianugerahkan Allah sebagai seorang pemimpin, tetapi dia tidak berbuat sesuatu
untuk kebaikan umatnya (malah berlaku sebaliknya), maka Allah akan mengharamkan
surga untuknya.” (HR.Bukhori)
Sikap amanah wajib dimiliki dan diusahakan
serta dilatih agar sifat itu benar-benar mendarah daging dalam kehidupan kita.
Amanah itu berkenaan dengan tanggung jawab tugas yang harus diselesaikan. Orang
yang amanah itu ialah orang yang apabila diberikan tanggung jawab dan tugas
bisa menyelesaikannya dengan baik dan maksimal.
Oleh sebab itu, suatu jabatan bukan untuk
diminta apalagi diperebutkan. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan agar bisa
amanah dalam menjalankan tugas, diantaranya : jujur, ikhlas, kerja keras, bertanggung
jawab, dan menerima resiko sebagai sebab-akibat dari sikap amanah yang
diambilnya.
Amanah dalam menjalankan tugas yang
diamanahkan seharusnya menjadi karakter bagi setiap muslim terutama santri.
Apapun dan dimanapun posisi kita, harus tetap amanah, jujur, dan
bertanggungjawab dalam mengemban tugas dan kewajiban. Selagi kita msih diberi
waktu dan kesempatan, mari berikan yang terbaik untuk kepengurusan masa jabatan
2019/2020 pondok pesantren darun nun. Do and be the best.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp