Arogansiku

Sumber: google.images

Oleh: Indah Mawaddah Rahmasita

Kala ku berjalan

Melewati tiap-tiap
renungan

Tersentak dalam raungan

Seorang gadis manis

Merajuk pada ibunya

Mataku pun tak kedip

Menikmati tingkah lucu
rajukannya


Oh Tuhan

Apakah ini yang kau sebut
emosi jiwa?

Jika iya, masihkah ada
lagi emosi yang bisa aku nikmati?

Kala itu,

Aku tidak berhenti

Masih ku susuri jalan
renungan ini

Hingga ku terantuk
dinding di depanku

Sampai aku berkata “
Aduh”


Oh Tuhan ..

Apakah ini yang kau
sebut rasa sakit ?

Jika iya, terima kasih

Kau telah mengingatkanku,

Akan rasa sakit diatas
rasa arogansiku


Kini 

Aku menyadarinya,

Bahwa yang ku miliki ini,

Bukanlah milikku,

Arogansi ini 

bukanlah milikku juga,

seharusnya arogansi ini,

milik anak itu,

milik anak yang merajuk
itu,

aku tiada hak untuk
semua ini ,


Tuhan

Ibu itulah yang berjasa,

Seharusnya anak itulah
yang berbangga,

Bukan aku, Tuhan

Aku hanyalah pemimpin

Yang tersesat dalam
arogansiku,

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp