BAGAIMANA CARA MENULIS BERITA

Oleh: Akhmad Zamzami

Teman-teman pasti sudah kenal dengan yang namanya berita. Salah satu produk dari jurnalistik. Berita menurut Dean M. Lyle Spencer adalah sebagai suatu kenyataan atau ide yang benar serta dapat menarik perhatian sebagian pembaca. Teman-teman pembaca apakah tau? Bahwa penulisan berita itu memiliki struktur, tidak ngawur penulisannya. 

Penulis tertarik sekali dengan kepenulisan berita, karena dari sekian banyak karya tulis beritalah salah satu yang unik. Membuat sebuah berita tidak “gampang” karena membutuhkan usaha seperti reportase kepada narasumber, menuliskannya, lalu dikoreksi oleh editor. Beberapa alur tersebut “produk berita” datang sebagai komunikasi dari reporter kepada pembaca tentang peristiwa yang terjadi melalui sebuah media cetak ataupun online.

Dalam buku Saku Sekolah Jurnalistik milik Aji kediri dijelaskan bahwa tidak ada kaidah pokok dalam penulisan berita, akan tetapi ada beberapa aturan main yang tidak boleh diabaikan seperti pada unsur-unsur berikut:

  1. What: menjelaskan peristiwa apa yang sedang terjadi
  2. Who: menjelaskan pihak siapa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut
  3. Why: menjelaskan alasan peristiwa tersebut terjadi
  4. When: menjelaskan waktu terjadinya peristiwa tersebut
  5. Where: menjelaskan tempat terjadinya peristiwa tersebut
  6. How: proses terjadinya peristiwa dan kondisi terkini sesuai urutan waktu

Penulis mengutip dari buku saku sekolah jurnalistik milik Aji Kediri, dijelaskan bahwa menulis berita memiliki kerangka-kerangka, seperti: 

1.Judul 

Menurut KBBI, judul adalah  hal yang merupakan inti berita dalam surat kabar, yang dicetak dengan huruf besar (tebal). Judul dalam berita sebisa mungkin dibuat dengan kalimat pendek, tapi bisa menggambarkan isi berita secara keseluruhan.  Semisal contoh: 

“Menyambut bulan Ramadhan, Ponpes. Darun Nun selenggarakan acara Ngaji Intelektual”

“Ponpes. Darun Nun selenggarakan program 1 semester 1 buku.

“Menilik sistem pengajaran sorogan dan bandongan di Ponpes. DarunNun”

2.Lead (kepala berita)

Beberapa orang menyebutnya teras berita bagian ini berfungsi untuk menjadi penentu seorang pembaca akan melanjutkan bacaannya atau tidak. bagian ini menggunakan kalimat yang menarik yang menggambarkan inti persoalan. Pada bagian ini juga harus menggambarkan secara garis besar isi berita dan pesan yang tersirat dari judul.

Sebagai contoh seorang reporter ditugaskan meliput bencana banjir yang menyebabkan ratusan rumah terendam dan warga mengungsi. Dalam hal ini membuat lead (teras berita) soal mengungsi mungkin lebih menarik dibanding banjir, karena menyangkut manusia yang secara langsung akan berhubungan dengan pembaca.

Oh ya untuk lead  sendiri terdiri dari berbagai macam seperti:

  1. Who lead.
  2. What lead .
  3. When lead.
  4. Where lead.
  5. Why lead.
  6. How lead.

3.Badan berita 

Dalam penulisan tubuh berita itu menekankan teori piramida terbalik, dimana informasi yang paling penting dikemukakan di awal berita, sedangkan informasi yang kurang penting dikemukakan di akhir berita. 

Dalam penulisan berita ada teori piramida biasa dan piramida terbalik. Piramida biasa menunjukkan bahwa sistem penulisan berita dimulai dari informasi yang tidak penting, berita yang menggunakan teori ini cenderung menarik perhatian di awal dengan menggunakan judul yang “bombastis”, “aneh”, dan “unik” membuat pembaca penasaran. Hal ini tidak bisa dipakai secar terus-menerus karena jika suatu media sering menggunakan teori ini maka kredibilitas media tersebut bisa dikatakan rendah.

Lalu ada teori selanjutnya yakni, teori piramida terbalik, pada teori ini dikemukakan kepada pembaca terkait informasi penting terlebih dahulu, lalu semakin kebawah informasinya bersifat tambahan saja. Memang jika belum mencoba menulis berita maka akan terasa asing dan sulit, akan tetapi jika mencoba terus menerus maka hal tersebut terasa sangat ringan. Penulis mengutip quotes di buku ini yang berasal dari perkataan Pramoedya Ananta Toer bahwa “Orang pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”.  sekian dari penulis. Salam dengan senyum selalu. 

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp