![]() |
| sumber : https://www.alphagamma.eu/ |
Oleh: Hidayatun Nafiah
Kecacatan telah lama bersemayam
Pada cangkang kesempurnaan
Mereka memang diciptakan berpasang
Agar dunia tidak timpang
Ia sangat cermat sehingga tak ada yang melihat
Namun pada binar cahaya mata manusia, aku menemukannya
Ia bernama air mata
Dari ia yang menghias wajah dengan tawa
Kulihat kesempurnaan bersikeras menahan luka
Dari ia yang suaranya menggelegar
Kulihat ada keraguan yang bergetar
Dari ia yang diam seribu bahasa
Kulihat ada indra mereksa setiap peristiwa
Dari ia yang menikmati sepi
Kulihat ada hati ingin ditemani
Dari negeri bergelimang kemakmuran
Kulihat banyak nyawa menghilang
Dari negeri serba kekurangan
Kurasa manusia hidup dengan tenang
Alam semesta penuh kontradiksi
Siapapun yang mencoba memahami
akan mengernyitkan dahi
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
