Cara mudah menjadi orang baik adalah diam

 

Cara mudah menjadi orang baik adalah diam

Oleh Zainuddin

Tulisan ini mungkin menurut sebagian orang adalah kontradiktif. Bahasan kontradiktif merupakan bahasa yang sulit diterima oleh sebagian orang dengan berbagai argumen yang menyalahkan atau membenarkan. Sebagian orang mungkin berpikir, mengapa harus diam? Apakah dengan menjadi diam membuat orang akan menjadi baik? Sebagian orang juga berpikir bahwasanya diam tidak menyelesaikan masalah dan malah menjadi beban masalah tambahan. Akan tetapi pembahasan pada tulisan ini akan berfokus dengan salah satu treatment yang sangat mudah untuk dilakukan yaitu dengan menjadi orang yang diam.

Puncak pembahasan ini adalah bagaimana menjadi orang baik dengan cara diam. Kita telah mengetahui bersama bahwasanya perkembangan teknologi hari demi hari semakin canggih dan tidak bisa dihentikan, meskipun hingga tulisan ini sampai dibaca pun, teknologi akan semakin cepat. Maka, hal ini bisa menjadi salah satu solusi bagaimana menjadi orang baik dibuktikan dengan menjadi orang diam. Setiap hari kita melihat puluhan bahkan ratusan berita tentang artis, tentang orang lain bahkan tentang teman kita yang tengah menjadi sorotan satu permasalahan. Sikap kita dalam menanggapi hal tersebut sangat bermacam-macam.

Elemen masyarakat dibedakan dengan perilaku bijaksana dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana dalam berkomunikasi. Acap kali ketika kita dihadapkan dengan salah satu problematika di media sosial adalah berkomentar dengan memaknai emosional kita, sehingga kita memberikan tanggapan atau komentar secara berlebihan. Dalam pembahasan ruang lingkup agama islam, umat muslim dianjurkan untuk menjadi orang baik adalah dengan diam tertuang di salah satu hadits nabi sebagai berikut :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.”

Hadits diatas menunjukkan bahwasanya menjadi diam adalah satu cara untuk menjadi orang baik. “Hendaklah ia berkata baik atau diam” merupakan suatu treatment yang dapat digunakan untuk mengendalikan emosional seseorang ketika mendapat suatu berita yang menurut mereka kurang mengenakkan dalam bermedia sosial. Hal ini juga menjadi salah satu cara untuk mengurangi adanya haters yang meresahkan sebagian orang. Maka, posisi diam adalah salah satu cara untuk menjadi orang baik adalah ketika kita menggunakan gadget dalam bermedia sosial, kita dianjurkan untuk menjadi orang yang bijak dalam memanfaatkan media sosial terkhusus pada aspek bagaimana merespon situasi dan kondisi tertentu yang mengharuskan kita untuk diam daripada berbicara yang tidak baik.

Seperti halnya yang terdapat pada penggalan hadits tersebut untuk mengatakan hal baik atau diam dalam menanggapi suatu problematika yang terjadi di masyarakat demi mengurangi terjadinya konflik secara menyeluruh maka diam adalah salah satu kunci menjadi orang baik. Maka, katakanlah hal baik atau jika tidak mampu untuk berkata baik maka diam adalah salah satu jalan keluar untuk menyelesaikan masalah. Tulisan ini ditutup dengan salah satu Quotes tentang diam : “Diam itu emas ketika kamu tidak memiliki jawaban yang bagus.” – Muhammad Ali.

 

 

 

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp