KOTAKU DAN KESIBUKANNYA Nur Sholikhah
Nur Sholikhah Sabtu pagi, kotaku ramai dengan orang-orang yang pergi ke taman. Berolahraga, menghirup udara di antara pohon dan bunga-bunga, bercanda, bermain, atau hanya sekadar
Nur Sholikhah Sabtu pagi, kotaku ramai dengan orang-orang yang pergi ke taman. Berolahraga, menghirup udara di antara pohon dan bunga-bunga, bercanda, bermain, atau hanya sekadar
Oleh: Ahmad Nasrul Maulana Selaksa pagi paling kelam dalam hidupnya. Disaksikan embun yang belum kering sepenuhnya dan semburat surya yang belum terbit
Nur Sholikhah “Bu, aku tadi sama Mama dibawain minuman kacang hijau,” ungkapku kepada Ibu guru yang senang sekali mendengarkan ceritaku. “Oh ya? Enak sekali itu!”
https://mapio.net/pic/p-47657574/ Alvian izzul Fikri Terik matahari yang begitu menyengat di siang hari tak menyurutkan semangat para jamaah sholat jumat untuk melaksanakan ibadah di masjid Baitunnur,
Oleh: Ahmad Nasrul Maulana Gabah di sawah kampungku telah menguning. Masyarakat berlomba-lomba menentukan hari dimana mereka akan mengangkut hasil tuaiaannya selama 70
Ilustrasi Pantai (Sumber : e.paper.blogger) Oleh: Hilmi Gholi Hibatulloh “Ghol, udah siap belum” teriak kakak ku diluar rumah. “Bentar-bentar ini lagi pakai baju, nyalain dulu
https://www.vectorstock.com/royalty-free-vector/two-friends-vector-19371226 Oleh: Alvian Izzul Fikri “Tumben amat, pagi-pagi gini udah rapih banget, udah mandi pula” tanya Dimas heran sembari mengusap-ngusap mata yang masih belum benar-benar
Oleh: Ahmad Nasrul Maulana Di dalam bar lumayan besar yang diselimuti cahaya lampu remang-remang. Tiga mata tajam saling beradu pandangan, menghadap meja
Nur Sholikhah Di sebuah persimpangan jalan, kulihat kau berdiri di seberang. Kau dengan tas hitammu, kau dengan kacamatamu, kau dengan orang-orang di sampingmu. Entah sudah
Oleh: Nety Novira Hariyani Debu-debu saling berjibaku, Terik surya menambah kesan keriuhan. Tak jarang para pengendara saling menekan klakson, benar-benar menguji kesabaran. Sepintas mataku tertuju