CERPEN

TERLAMBAT

ketika saya masih seorang siswa di kota kelahiran saya, saya biasanya diantar menggunakan becak untuk pergi ke sekolah bersama kakak saya yang kebetulan satu sekolah. kami biasanya berangkat jam enam lewat lima belas menit agar sampai disekolah tepat waktu. tahun demi tahun kami berangkat bersama menggunakan becak langganan kami tersebut. kami berhenti menggunakan becak setelah kakak saya beranjak SMA dan saya masih SD kami berangkat bersama menggunakan sepeda motor yang dikendarai oleh kakak saya. mulai saat itulah kakak saya sering melambat-lambatkan untuk berangkat ke sekolah bersama hasilnya saya yang merupakan orang yang sangat rajin ketika SD sangat ingin memarahinya namun tidak bisa karena saya diancam untuk berangkat sendiri jalan kaki jika ingin lekas sampai katanya, disitu aku pun diam tak bersuara dan memilih untuk bersabar karena tidak ada teman saya yang rumahnya berdekatan dengan saya untuk diajak berangkat ke sekolah bersama. 

Read More »

KETIKA AKU PULANG: ANTARA LAUT DAN LANGIT Catatan Rindu dari Tanah Perantauan

Hari itu, 27 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Raya Iduladha. Bagi sebagian orang, hari raya selalu menjadi momen yang paling ditunggu karena menjadi kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga. Ada yang pulang ke kampung halaman, duduk bersama di ruang tamu, menyantap hidangan khas lebaran, atau sekadar berbincang tentang banyak hal yang selama ini tidak sempat diceritakan.

Read More »

Pertanda Zaman Edan

Di tengah gemerlap kota modern, kemajuan teknologi dan fasilitas ternyata tidak berbanding lurus dengan ketenangan jiwa para penghuninya. Karto, seorang lelaki tua penjaga warung kopi di pinggir jalan, setap hari mengamati fenomena sosial ini—mulai dari hilangnya kesabaran, ambisi yang berlebihan, hingga maraknya penyebaran berita bohong. Baginya, fenomena “zaman edan” ini terjadi bukan karena dunia yang berubah, melainkan karena manusia telah melupakan nilai-nilai luhur dan lebih sibuk mengejar pengakuan.Seorang mahasiswa bernama Rian yang sedang merasa lelah dengan tekanan hidup mulai sering datang ke warung Karto untuk bertukar pikiran. Melalui wejangan Karto, Rian tersadar bahwa ia sendiri sering kali ikut terhanyut dalam arus keduniawian tersebut. Kesadaran Rian semakin diperkuat saat ada kasus korupsi pejabat kota; Karto menyentil kemunafikan masyarakat yang gemar menghujat kejahatan orang lain, namun di saat yang sama tetap melakukan kecurangan-kecurangan kecil dalam hidup mereka sendiri karena merasa lebih mudah menilai dosa orang lain daripada memperbaiki diri.

Read More »

Jangan Salah Mencari Tempat Bercerita

Kadang aku heran, kenapa sekarang banyak orang merasa harus punya someone to talk. Seolah-olah hidup belum lengkap kalau belum punya seseorang yang selalu diajak cerita. Coba deh kata when yah punya pacar atau punya org istimewa coba diganti dgn soon yah aku bisa membanggakan ortuku, semoga ortu ku bisa melihat aku sukses sampai dunia & akhirat.

Read More »

Antara Lencana dan Sajadah

Oleh Nabila Ika Hikmatul Farocha Cahaya lampu ruang interogasi memancar aura pucat, memantul pada lencana perak di atas meja. Di baliknya, Detektif nafeesha duduk dengan

Read More »

Amnesia Digital di Awal Pekan

Oleh Rizkha Nafanda Wulandari Senin selalu punya cara sendiri untuk menakar kewarasan manusia. Ia datang tanpa permisi, membawa gemuruh yang jamak. Pagi itu, matahari mulai

Read More »

Gema di Ruang Tengah

Oleh Zid-li Auliyana Luthfillah Malam itu, aula lantai satu di asrama putri terasa lebih sesak dari biasanya. Aroma mukena bersih dan sisa-sisa wangi parfum santri

Read More »

Matematika Manis yang Tak Terencana

Waktu jenguk santri satu hari yang diizinkan untuk melepas rindu bersama orang tua berasa seperti 1 jam saja. Aku Aisyah, seorang santriwati sekaligus siswi kelas 12 di salah satu SMA swasta favorit Kabupaten Gresik dengan rangking paralel kedua se-sekolah menengah ini harus rela menjual semua impianku dengan alasan patuh kepada orang tuaku. Siang itu aku menyerahkan selembar kertas pakta integritas yang berisi pilihan jurusanku di perguruan tinggi.

Read More »