KETIKA ZONA NYAMAN TAK TERASA LAGI
Oleh: M Irhaz Irham Terlihat anak remaja sedang duduk di atas batu yang kurang lebih besarnya dua meter panjangnya, dan lebarnya satu meter,
Oleh: M Irhaz Irham Terlihat anak remaja sedang duduk di atas batu yang kurang lebih besarnya dua meter panjangnya, dan lebarnya satu meter,
Oleh: Nety Novita Hariyani Semilir angin berhembus tanpa tahu arah, membersamainya dedaunan yang gugur dari pohon dekat jendela, hinggaplah salah satu daun di kaca kemudian
Oleh: Ahmad Nasrul Maulana Entahlah, sudah dua hari ini aku lebih nyaman memilih duduk memunggung di atas ranjang tidurku seraya tersenyum sipu lantaran menerjapi kalimat
Oleh : Meisya Eva Natasya Pada suatu hari hiduplah seorang anak perempuan bernama Aceng yang hidup di kota orang untuk mengejar Pendidikan
Oleh: Nur Sholikhah Hari hampir siang. Ibu-ibu di tempat penjual sayuran masih saja bercengkrama mengumbar kata. Satu pergi, satu datang lagi. Mereka bergantian meramaikan warung
oleh: Kholidatun Nur Wahidiyah Di sebuah perumahan dengan seratus deretan rumah megah nan elok . Ada satu bangunan kokoh menawan berwarna putih dikawal besi tosca
Oleh: Ahmad Nasrul Maulana Hinggar binggar keruhnya dunia kian hari semakin memekik. Ketakutan serta kekhawatiran akan nasib badan, perlahan membeliti hati
Oleh: M. Syahid kucoba menatap rembulan dan bintang bintang, tampak gelapnya langit menjadi cahaya malam akan rembulan, bintang yang terlihat seperti titik putih di langit
Oleh: Ahmad Nasrul Maulana #Cerita 1: Tugas yang kacau “Malam ini gak ada tugas ?? Kok main mulu ?” Abah membuka percakapan terlebih dahulu. Tak
Cerita sebelumnya: Usai mendapatkan izin dari Raja untuk keluar dari istana, pangeran Yazid memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menemui putri Sabilla. Namun sayangnya perjumpaannya dengan putri