
Pusara Klandestinia
Oleh : Ilman Mahbubillah Sebelum pena menolak kembali terisi, biarkan umpatan sajak-sajak memulainya dengan basa-basi. Seiring nyanyian musim semi yang dilantunkan sepanjang hari, sedang telinga;

Oleh : Ilman Mahbubillah Sebelum pena menolak kembali terisi, biarkan umpatan sajak-sajak memulainya dengan basa-basi. Seiring nyanyian musim semi yang dilantunkan sepanjang hari, sedang telinga;

MUHAMMAD By. Nabila ika hikmatul farochah Nabi muhammad nabi yang ahmad Nabi terakhir penuh rahmat Engkau lah satu diantara beribu Engkau penyatu diantara penyeteru Tetes

di sudut ruang itu ia hanya diam, tak ada kata yang terucap dari lisannya. di sudut ruang itu ia diam dengan segala keramaian yang ada

Kalian selalu ada dalam sebuah kenangan Kita lewati masa sekolah Bersama Dalam suka maupun duka kita tetap bersatu Hadapi setiap hukuman dari sang guru Aku

Berdiam diri memikirkan apa yang akan terjadi Aku seperti tertiggal jauh Akuu seakan paling belakang Lalu aku harus bagaimana? Apakah maju atau mundur Semua bergejolak

Oleh: Syabrina Wahyuni Kebahagiaan yang amat sederhana Berkumpul dengan sahabat dan sanak saudara Menyatukan canda dalam selaksa tawa Terikat keharmonisan tiada tara Kala kesunyian menampar diri

by;Zid-ly Auliana Sebatas layar ku mengenalnya Kupendam rasa sangat lama Terpikat senyum mempesona Mengenalnya lebih dalam ke lubuk hati, hingga tak dapat kembali Sangat disayangkan

Oleh : Ade Ryan Firdaus Kalian selalu ada dalam sebuah kenangan Kita lewati masa sekolah Bersama Dalam suka maupun duka kita tetap bersatu Hadapi setiap

By. Nabila ika Robiul awwal Bulan yang baik bulan yang awal Bulan kelahiran sang nabi akhiruz zaman Nabi muhammad pembawa kebenaran Ditengah gemerlapnya bintang yang

SECANGKIR KOPI Karya: Dimas Indra Pratama Kopi di pagi hari, suasana sejuk segar bagaikan ketenangan yang tidak bisa diutarakan, Cahaya jingga yang tuhan berikan mulai tampak