JENGAH
Indah Mawaddah Rahmasita Bulsit, apa yang kau katakan! Kata-katamu Cuma candu bagi mereka, Bukan untuk ku seorang reformatif, Gerak gerik ku tuk perubahan, Memang kita
Indah Mawaddah Rahmasita Bulsit, apa yang kau katakan! Kata-katamu Cuma candu bagi mereka, Bukan untuk ku seorang reformatif, Gerak gerik ku tuk perubahan, Memang kita
Oleh : Meisya Eva Natasya Suara koko ayam terdengar nyaring Berlomba memasuki ruang tidur Saling memberi helai demi kehangatan Hingga desisan perlahan mulai lenyap Sunyi
Link Gambar : https://images.app.goo.gl/58KdQJ5C2iF6BAjS8 Oleh : Zainuddin Hampar tak berkabar seakan mendarat berlabuh Ujar pada merpati yang telah usai berteduh Dari hujannya air mata turun
Oleh: Muh. Sabilar Rusydi Malam ini Di balik langit cerah tak bertampak Apakah bintang dilahap Ingin sekali kumenatap Lagi-lagi tentang rindu Yang
Sumber : https://www.instagram.com/p/CUl4o9vB9lL/?utm_medium=copy_link Oleh : Ilman Mahbubillah Pada lampu kota juga temaram yang tak kunjung padam Kutemukan tuhan di pelantaran Ia sedang asyik mengutik gitar kecilnya,
Sumber : flektur.id KARYA: Indah Mawaddah Rahmasita Tertawa dengan penuh kesedihan Mengenang karsa yang menjadi lalu Tertimbun dalam lautan sendu Terbawa oleh rindu, Perjalanan demi
Sumber ; https://images.app.goo.gl/VhzC2bRbaUk4bBqRA Oleh : Zainuddin Cempaka telah menguning Air mendidih pun mendingin Berbaur dedaunan tak kasat Walau sempat akan terucap Pelipur kesedihan tertawa Melamun
Oleh: Hilmi Gholi Hibatulloh Aku hidup sebatang kara Penuh derita tanpa pelipur lara Gemerlap bintang telah sirna Gelap mata penuh cerita Uluran tangan tak lagi
Oleh : Daiyatul Choirot Hanya ada alamat yang salah untuk saat ini Hanya ada fikiran yang beku untuk waktu ini Hanya ada kata lelah untuk
Oleh: Faiza Fitria Terulur jemari demi genggaman Membentang sayap merangkul aman Terkunyah getir menanti ananda tumbuh jelita Semiang kaul tamam tresna Diryah dipikul beralaskan