KECEWA
Oleh: Muh. Sabilar Rusydi Patah Ya aku patah Untuk yang kesekian kalinya Dengan manusia yang berbeda Melupakan sekian fakta Bahwa aku pernah
Oleh: Muh. Sabilar Rusydi Patah Ya aku patah Untuk yang kesekian kalinya Dengan manusia yang berbeda Melupakan sekian fakta Bahwa aku pernah
Oleh: Abdul Wahid Mukarom amrulloh Pikirku akan harapan Amat sangat melelahkan Entah pujian atau cacian Hiasi benih kehidupan Anganku seperti cemburu Atau
By : Suci Rezkika Malam berganduh semakin menampakkan keheningan dan kesunyian Kini hanya terdengar intuisi bergema tanpa ada elakan Sunyi membeku semakin jelas menoreh
https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fi1.wp.com%2Fwww.hidayatullah.com%2Ffiles%2F2016%2F04%2Fshalat-lail.jpg%3Ffit%3D500%252C333%26ssl%3D1&imgrefurl=https%3A%2F%2Fwww.hidayatullah.com%2Fkajian%2Foase-iman%2Fread%2F2016%2F04%2F02%2F92307%2Fsaat-saat-indah-bersama-allah-1.html&tbnid=X-hNnzkhTiBkdM&vet=1&docid=ij0xDmeoGljHwM&w=500&h=333&source=sh%2Fx%2Fim Oleh : Zainuddin Pada suatu malam ku terdiam Tak tau menau apa yang akan aku lakukan Ide ku muncul dari balik tabir Menuntun ku
INDAH MAWADDAH RAHMASITA BADAN LETIH MENYIMPAN RAGU PELAN-PELAN MENYUSURI LAKU DIATAS KETIDAKBERDAYAAN NUR MENJADI PELITAKU DI DINGINNYA HARI SEPERTI MEMBEKU RINTIHAN JERITAN DIRI TAK BERLAKU
Source : kompasiana.id Oleh : Meisya Eva Natasya Gemuruh hujan kian menderas Rintiknya membekas di dasar peraduan Lebatnya mengalir sangat kencang Hingga menyisir bersih seisi
Oleh: Arfiatul Aliyah Dibalik haha hihi ada huhu yang tersembunyi Kehidupan, sejatinya masalah datang silih berganti Satu terselesaikan, datang muncul yang baru lagi Andai bisa
By: Hilmi Gholi Hibatulloh Kurangkai sajak di bulan
Oleh : Meisya Eva Natasya Gemuruh hujan kian menderas Rintiknya membekas di dasar peraduan Lebatnya mengalir sangat kencang Hingga menyisir bersih seisi jalan
Oleh : Daiyatul Choirot Tentang sebuah amanat yang pernah tersampaikan kepada tuannya Tentang sebuah ikrar yang pernah terlontar langsung kepada intannya Tapi itu dulu… Jauh