TENTANG PAK TUA
Oleh: Ghina Aulia Nurinsani Rintik hujan membasahi atap gubuk tua Menembus menetes dan membaur dengan lantainya Lelaki tua termenung di sudut ruang Menanti wanita
Oleh: Ghina Aulia Nurinsani Rintik hujan membasahi atap gubuk tua Menembus menetes dan membaur dengan lantainya Lelaki tua termenung di sudut ruang Menanti wanita
Oleh: Raihan Ammar Syafril R. Membayangkan wajahmu yang indah bagai bunga Adalah kenikmatan yang tiada duanya Namun semua itu hanyalah belaka Karena melihat kenyataan membuatku
Oleh: Muh. Sabilar Rusydi Hai Lampu Putih maupun kuning Tak peduli warna cahayamu Kau menerangi di tengah kegelapan Meskipun letakmu di atas Kau tetap menerangi
Oleh: Binti Rohmatin Fahimatul Yusro Mungkin benar ia lambat Tapi satu hal, ia memutar bumi secepat kilat Mungkin juga kita terkejar sedari awal start Hingga kita
Oleh: Ahmad Zahrowii Danyal A.B Tuai rasa yang sempat amuk Dengan pandang kecamuk Tentang sepanjang kisah caruk Dahulu.. Pangkuku menyebut rengkuh untukmu Dermisku menyulam candu
https://images.app.goo.gl/DNyL31uGWz1oE2298 Oleh : Meisya Eva Natasya Seperti hati tak bertuan Melangkah tak berpijak Melihat tiada ujung Meraba tanpa perasa Resah tiada henti Perasan tanpa air
Source Image: tumblr_static_2as7ty031kisksgc0os80cgss.jpg (1280×1280) Oleh: Hilwah Tsaniyah Hadirnya yang utuh, membuat lelahku luruh Jika mengenalnya adalah sebuah anugerah Maka kehilangannya adalah rasa yang paling resah
Oleh: Syifaul Fajriyah Tanjakan demi tanjakan ku lewati Tikungan demi tikungan ku susuri Bumi pun berubah menjadi jejak kaki Untuk meraih impian yang hampir
Oleh: Neng Sumiyati Lalu Jika pendar kebaikan itu masih samar Mendekatlah Karena butuh juang yang panjang Kedamaian akan datang Pada hamba yang bersuka cita Mengadu
Oleh: Fadlih Arfiansyah Rahman Sambut dengan hati gembira, Sambutlah dengan keharmonisan Sambutlah bulan penuh mulia dengan kedamaian Suasana yang dinanti banyak insan