Oleh: Sandy Ilham Firmansyah
Mungkin kebanyakan dari kita masih meragukan kemampuan yang ada dalam diri sendiri, kita minder terhadap apa yang seharusnya kita bisa dan mampu melakukannya. Kita hanya mengeluh dengan selalu membandingkan dengan orang lain yang sekiranya lebih unggul dengan kita tanpa ada tindakan yang harus dilakukan untuk meraih apa yang kita inginkan. Kita hanya selalu membatin dengan kata kata “Kapan aku bisa seperti dia. Aku lemah, aku tidak bisa apa apa. Tidak ada yang menonjol dalam diriku untuk dipertunjukkan di depan banyak orang” Pasti tidak sedikit diantara kita yang selalu dihantui dengan paradigma seperti itu. Padahal allah menciptakan setiap manusia dibekali dengan kemampuan yang bebeda beda, tergantung bagaimana cara kita mensyukuri nikmat allah terhadap kemampuan yang allah berikan kepada kita. Kemampuan yang kita miliki tidak harus bagaimana cara kita mempertunjukkan kepada banyak orang, cukup dengan memberikan kemanfaatan ilmu yang kita miliki kepada orang lain itu sudah membuktikan bahwa kita mensyukuri nikmat yang diberikan oleh allah.
Setiap individu pasti memiliki potensi diri yang harus dikembangkan. Apa iya kita terus-menerus memendam dan membiarkan kemampuan yang harusnya bisa kita kembangkan tapi kita malah lebih asyik dengan kegiatan yang jauh dari kemampuan yang kita miliki. Sangat rugi bukan? untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita, pertama kita harus mencintai diri sendiri. Definisi mencintai diri sendiri adalah kita belajar untuk memahami diri dan terus bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki. Dengan mencintai diri sendiri, kita tidak disibukkan dengan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain sehingga kita lebih bebas untuk menggali lebih baik potensi yang ada dalam diri kita sendiri tanpa terpengaruh dengan apa yang dimiliki oleh orang lain.
Setelah berusaha untuk mencintai diri sendiri, yang harus kita lakukan selanjutnya adalah aksi, bukan hanya sebuah ekspetasi. Kita harus berani memulai untuk melakukan hal yang sekiranya dapat meningkatkan proses belajar kita dalam menekuni sesuatu hal yang ada dalam diri kita yaitu bakat. Tidak semua orang memiliki bakat yang saat ini kita miliki. Oleh karena itu tugas kita sekarang adalah mengembangkan bakat apapun itu dan memberikan manfaat kepada orang disekitar kita.
Memulai itu mudah, tapi mempertahankan yang sulit. Ya, kata kata tersebut sangatlah familiar dikalangan kita yang sedang berproses untuk menemukan jati diri. Setiap awal melakukan sesuatu yang kita sukai, pasti semangat yang ada dalam diri kita membara untuk terus melakukan aksi dan mengembangkan sampai di titik kita menemukan sebuah kesuksesan. Tapi hidup tidak seperti mie instan, cukup dengan memasak sebentar kita bisa langsung menikmati kelezatannya. Berbalik dengan kehidupan, kita harus jatuh bangun untuk menikmati kelezatannya. Kelezatan yang dibalut dengan kesuksesan. Istiqomah sangatlah penting dalam beproses untuk meraih kesuksesan. Faktor terbesar yang menentukan kesuksesan seseorang adalah bagaimana orang tersebut terus berpendirian kuat dalam melakukan suatu yang ditekuni secara berkelanjutkan.








