Cyberbullying Terhadap Kesehatan Mental

Oleh Manisha Aulia

Cyberbullying atau perundungan daring merupakan fenomena yang semakin marak di kalangan remaja di era digital. Perundungan ini tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga melalui media sosial seperti instagram, twitter, tiktok dan lain-lain. Dalam artikel ini kita akan membahas dampak, penyebab, dan cara mengatasi cyberbullying pada remaja. 

Dampak Cyberbullying

Cyberbullying dapat mempengaruhi remaja secara signifikan, baik secara psikologis, fisik maupun sosial. Beberapa dampak yang dapat dirasakan oleh korban cyberbullying secara psikologis yaitu ketidakpercayaan terhadap orang lain. Remaja yang menjadi korban cyberbullying sering kali mengalami ketidakpercayaan terhadap orang lain. Mereka merasa bahwa tidak ada siapa pun yang dapat dipercaya atau membantu mereka. Dampak psikologis yang kedua berupa depresi dan kekhawatiran berlebih. Cyberbullying dapat menyebabkan depresi dan kekhawatiran berlebih. Remaja mungkin merasa tidak nyaman dan tidak aman dalam menggunakan media sosial. Dampak psikologis ketiga yaitu mudah marah dan gelisah. Remaja yang menjadi korban cyberbullying mungkin lebih mudah marah dan merasa gelisah secara terus-menerus.

Dampak cyberbullying secara Fisik juga dapat mempengaruhi prestasi akademik remaja. Mereka menjadi kurang motivasi untuk belajar dan menghadapi tantangan di sekolah. Dan dampak fisik lainnya adalah jarang hadir ke sekolah. Remaja yang menjadi korban cyberbullying merasa tidak nyaman dan tidak aman untuk pergi ke sekolah. Dan dampak cyberbullying juga berpengaruh pada kurangnya jiwa sosial, bentuknya seperti kurangnya motivasi dalam berinteraksi dengan teman-teman. Hal demikian dikarenakan adanya rasa tidak dan nyaman untuk berbicara atau berinteraksi dengan orang lain.

Penyebab Cyberbullying

Penyebab cyberbullying sangat kompleks dan melibatkan beberapa faktor individu, sosial dan teknologi. Namun di antara beberapa faktor tersebut, yang sangat  mempengaruhi cyberbullying adalah faktor individu berupa pengalaman kekerasan. Remaja yang pernah mengalami kekerasan fisik dan psikologis lebih cenderung menjadi korban cyberbullying. Faktor selanjutnya yaitu persepsi dan gender yang dapat mempengaruhi perilaku cyberbullying. Remaja yang memiliki persepsi negatif tentang diri sendiri atau memiliki peran gender yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat lebih cenderung untuk melakukan cyberbullying. Faktor sosial yang mempengaruhi cyberbullying juga bisa disebabkan oleh keluarga dan sekolah. Remaja yang memiliki keluarga yang tidak stabil atau sekolah yang tidak mendukung dapat lebih cenderung untuk melakukan cyberbullying atau menjadi korban cyberbullying.

Cara Mengatasi Cyberbullying

Mengatasi cyberbullying memerlukan strategi yang komprehensif dan melibatkan individu, keluarga, sekolah, dan masyarakat. Cara mengatasi cyberbullying yang pertama dengan Memblokir Akun yang melakukan perundungan daring. Hal ini dapat membantu mengurangi gangguan dan penderitaan psikologis yang dialami oleh korban.

Cara yang kedua dengan melaporkan kasus cyberbullying ke orang tua atau pihak berwajib seperti guru, wali kelas, atau pihak sekolah sangat penting. Mereka dapat membantu mengatasi situasi tersebut dengan lebih efektif dan memberikan dukungan yang diperlukan oleh korban. Cara ketiga dengan menggunakan fitur keamanan media sosial. Banyak media sosial yang menyediakan fitur keamanan seperti membatasi siapa yang bisa melihat unggahan kita dan membatasi siapa saja yang dapat berkomentar di unggahan kita. Menggunakan fitur-fitur ini dapat membantu mengurangi risiko menjadi korban cyberbullying.

Refrensi: 

Psikologi, Info. (2023). Kumparan. Diambil dari Bagaimana Cyberbullying dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental? Ini Faktanya | kumparan.com 

Fauza, Ranaya Talitha. (2022). Binus University. Diambil dari Dampak Cyber Bullying Terhadap Remaja | Resilience (binus.ac.id)

Desmiarti. (2023). Kemenkes. Diambil dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (kemkes.go.id) 

Sumber Gambar: https://www.shorturl.asia/id/vzBR8 

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp