DARI MATAMU
Oleh Kudrotun Nurus Salafiah
Dari matamu, begitulah sekiranya pertama kali
hatiku bergetar hebat setelah dipandang olehmu.
Ada sesuatu yang tak mampu dijelaskan,
seolah semesta diam sejenak
hanya untuk mempertemukan dua tatapan.
Dari matamu pula aku mulai gila,
bercakap dengan rembulan di sepanjang malam,
menitipkan namamu pada angin,
dan membiarkan pikiranku berkelana
pada segala kemungkinan tentang kita.
Bolehkah aku menyentuh sedikit cintamu?
Menjadi alasan di balik tawamu,
sekaligus tempatmu meletakkan segala lelah.
Sebab ruang yang dingin
tak lagi ingin kutinggali sendirian.
Bolehkah aku menatapmu setiap hari
di rumah yang sama nanti?
Membagi pagi, merawat cerita,
dan menua bersama dalam hal-hal sederhana.
Sebab sejak mengenal matamu,
aku tak lagi sekadar ingin jatuh cinta.
Aku ingin menemukan rumah,
dan semoga rumah itu adalah kamu.